Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ridwan Kamil: Penerapan QRIS di Masjid dan Musala Bisa Optimalkan Dana Umat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi penerapan standar Quick Response (QR) Code yang disebut Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia yang bermitra dengan Bank Mandiri.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  18:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) melakukan transaksi pembayaran infaq menggunakan QRIS pada acara Peresmian 1000 QRIS Rumah Ibadah Jawa Barat di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Bandung. - Bisnis/Rachman
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) melakukan transaksi pembayaran infaq menggunakan QRIS pada acara Peresmian 1000 QRIS Rumah Ibadah Jawa Barat di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Bandung. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi penerapan standar Quick Response (QR) Code yang disebut Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia yang bermitra dengan Bank Mandiri.

Melalui program ini, 1.000 masjid dan musala di Jawa Barat akan menerapkan QRIS ini dalam menggalang dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf). Ridwan menyebut optimalisasi produk digital dalam penggalangan dana umat adalah langkah yang efektif.

"Intinya adalah, kita bisa sekarang berdonasi sodakoh infak tidak usah pakai fisik lagi cukup pakai handphone, sehingga orang-orang yang tidak pegang cash itu bisa menyumbang waktu singgah di musala, masjid menyumbang lebih besar," jelas Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, di Mesjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Rabu (29/7/2020).

Menurut Emil, pemanfaatan QRIS ini akan memudahkan kanalisasi ZISWAF kepada masjid-masjid yang sudah terdaftar. Bahkan, ZISWAF bisa dilakukan tanpa harus mengunjungi masjid atau musala tersebut.

"Bahkan kalau ada niat, kita sedang tidak di masjid, sumbangan itu bisa kita lakukan, memilih masjid musala yang sudah masuk di program QRIS, ini adalah inisiatif gabungan dari BI didukung oleh Mandiri sebagai mitra," kata Emil.

Namun Emil menyebut, Jawa Barat memiliki potensi yang besar untuk menyerap dana umat secara digital. Setidaknya berdasarkan data dari DMI, di Jawa Barat ada 128.000 masjid dan musala.

"Saya minta jangan hanya 1.000, karena dalam manajemen masjid di bawah DMI itu ada 128 ribu, mudah2an suatu hari 128 ribu masjid musholanya semua sudah naik kelas, menerima pilihan orang bersodakoh melalui digital," kata dia.

Lebih jauh Emil menyebut, berdasarkan pengalamannya saat menjadi Wali Kota Bandung, dengan menerapkan pembayaran zakat secara digital, setidaknya meningkatkan jumlah zakat hingga lima kali lipat.

"Dari pengalaman saya pada saat wali kota, mentransformasikan penerimaan zakat ke digital, itu naiknya sampai lima kali lipat," jelas dia.

Dengan demikian, ia berharap cara ini bisa menjadi contoh dimana masyarakat makin digital, makin touchless, makin cashless, tapi urusan tetap jalan dalam peribadahan, juga dakwah-dakwah keagamaan semakin kuat karena dana umat mengalir, dengan mudah dan cepat.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto mengatakan dalam pelaksanaan tugas terkait sistem pembayaran, Bank Indonesia terus berupaya merumuskan kerangka kebijakan untuk mendukung kelancaran sistem pembayaran nasional, antara lain dengan mendorong transaksi non tunai melalui media digital.

QRIS mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung), memiliki tujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju.

"QRIS hadir memberikan solusi pembayaran digital yang mudah, cepat, nyaman dan aman dalam berbagai transaksi, baik transaksi perdagangan, akses layanan publik dan kegiatan ibadah keagamaan. Selain itu, QRIS dapat digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat, mulai dari pelaku usaha dengan modal besar hingga UMKM dan pedagang kaki lima. Lebih jauh lagi, pemanfaatan teknologi digital dalam proses transaksi dengan QRIS, menjadi salah satu solusi dalam menyikapi wabah Covid-19 yang mau tidak mau telah menghadirkan kebiasaan baru pada pola interaksi antar manusia, yaitu meminimalkan kontak fisik dalam berkomunikasi dan bertransaksi," kata dia.

Meneruskan implementasi digitalisasi pembayaran dalam transaksi layanan fasilitas kesehatan dan transaksi uji kendaraan yang telah digagas sebelumnya, kali ini Bank Indonesia melakukan digitalisasi pembayaran dalam transaksi kegiatan ibadah keagamaan, berkoordinasi dengan Bank Mandiri, Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia dan MUI serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melalui launching ini, selain mendorong implementasi transaksi non tunai, juga memudahkan umat Islam dalam melakukan ZISWAF di Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan sebagian penduduknya beragama Islam, menjadi potensi pengembangan digitalisasi pembayaran dalam transaksi kegiatan ibadah.

"Hal ini sejalan dengan program pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pemberdayaan Masjid serta digitalisasi di Jawa Barat. Data kami mencatat, jumlah merchant yang telah mengimplementasikan QRIS di Jawa Barat adalah 900.537 (27.46% Nasional), atau tertinggi di Indonesia," kata Herawanto.

Dalam pelaksanaannya, QRIS 1000 Rumah Ibadah di Jawa Barat didukung oleh Bank Mandiri dengan menggunakan QRIS yang berlogo LinkAja. Namun demikian, karena sifatnya yang universal, tentunya dapat digunakan pula dengan alat pembayaran lainnya yang diterbitkan oleh penyelenggara jasa sistem pembayaran, yang telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia QR code
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top