Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wah, Banyak Warga Bandung yang Tidak Ambil Uang JPS

Kepala Bidang Pengendalian, Data dan Evaluasi Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Susatyo Triwilopo menyayangkan sampai saat ini masih ada masyarakat yang belum mengambil bantuan berupa uang tunai Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Kota Bandung.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  18:35 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Kepala Bidang Pengendalian, Data dan Evaluasi Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Susatyo Triwilopo menyayangkan sampai saat ini masih ada masyarakat yang belum mengambil bantuan berupa uang tunai Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Kota Bandung. 

Padahal, sambung Susatyo, dana untuk JPS Pemkot Bandung berupa bantuan sosial tunai atau pun top up tersebut sudah tersedia dan telah tersimpan di bank. Hanya saja, masih ada masyarakat yang tak kunjung datang mengambilnya, baik itu bantuan tahap kesatu, kedua maupun tahap ketiga.

"Kalau yang di Kota Bandung, kita sudah siapkan anggarannya. Tetapi ada yang belum mengembilnya. Padahal sudah disiapkan dengan 70 bank (BJB) dan Pos," ucap Susatyo, Rabu (29/7/2020).

Apabila sebelumnya ada yang memiliki kesalahan pendataan, Susatyo mengimbau untuk secepatnya mendatangi petugas kewilayahan. Setelah tuntas, bisa kembali datang untuk membawa bantuan yang kini sudah tersalurkan hingga tahap ketiga.

Susatyo menuturkan, sebagian besar perbaikan data terjadi saat penyaluran tahap pertama. Selain kesalahan memasukan nama, kebanyakan data yang keliru juga dikarenakan salah Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Dengan menunjukan KTP dan KK sudah bisa mengambilnya. Kalau ada yang masalah data dan perlu perbaikan kami permudah bisa diselesaikan di masing masing kelurahan. Itu bisa secara online jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor Dinsosnangkis," ujarnya.

Susatyo mengungkapkan, saat ini penyaluran bantuan top up telah mencapai 95 persen. Sementara untuk bantuan sosial tunai telah tersalurkan 80 persen.

"Uang sudah siap di bank sudah stand by, tapi masyarakat belum mengambil. Uangnya udah ada, kita sudah dorong. Bahkan kemarin BJB sempat memberikan apresiasi bagi yang berhasil lebih awal menyelesaikan. Seperti Kelurahan Cihapit dapat apresiasi sebuah motor," terangnya.

Lebih lanjut Susatyo meminta dukungan kepada aparat kewilayahan beserta perangkat RT dan RW untuk mendorong masyrakat yang sudah terdata sebagai penerima bantuan untuk segera mengambilnya.

"Kami mohon bantuan RT dan RW mendorong masyarakat untuk datang ke tempat pelayanan baik BJB terdekat atau pun BJB Tamansari. Kami sampai meminta ke BJB Tamansari dan cabang-cabangnya ada 7 bank untuk buka di akhir pekan," katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top