Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Memasuki Kemarau, Warga Talun Cirebon Terancam Kesulitan Air Bersih

Warga di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kembali terancam kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi berbagai kebutuhan pada musim kemarau tahun ini.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  11:56 WIB
Aliran irigasi di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang sudah mulai mengalami penyusutan volume air?. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Aliran irigasi di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang sudah mulai mengalami penyusutan volume air?. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Warga di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kembali terancam kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi berbagai kebutuhan pada musim kemarau tahun ini.‎

Suyanti (49), warga Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, menyebutkan, saat kemarau terjadi, warga kerap dilanda bencana kekurangan air bersih dan kondisi tersebut terjadi sudah sejak lama.

"Sekarang sudah mulai kerasa berkurang air di sumur, karena sudah satu minggu lebih tidak turun hujan," kata Suyanti di Kabupaten Cirebon, Rabu (23/7/2020).

Saat sumur sudah dalam kondisi kering, kata Suyanti, warga di desa tersebut kerap memanfaatkan saluran irigasi untuk berbagai keperluan rumah tangga, di antaranya mencuci pakaian, alat rumah tangga, dan mandi.

Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi, warga seringkali memanfaatkan bantuan air bersih dari pemerintah dan swasta atau pun membeli air kemasan galon isi ulang.

"Sudah lelah dengan kondisi ini, sumur bor rumah saya tuh sudah 20 meter lebih, tapi saat kemarau di sini sama sekali tidak ada air," katanya.

Selain Suyanti, warga lainnya, Abdullah (46), mengatakan, setiap musim kemarau, ia bersama petani lainnya selalu berhenti melakukan aktivitas tanam padi lantaran pasokan air dari saluran irigasi atau embung selalu menyusut.

Ia pun menyebutkan, dalam satu tahun aktivitas tanam hanya dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada periode awal tahun dan akhir tahun.

"Kalau normalnya itu satu tahun tiga kali, di sini tidak bisa," katanya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Dari data tersebut, wilayah yang sudah mengalami kemarau sebanyak 51,2 persen.

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau yaitu, pesisir timur Aceh, barat Sumatra Utara, pantai timur Riau -Jambi, pesisir utara Banten, Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah bagian utara dan timur, dan sebagian besar Jawa Timur.

Kemudian, daerah lainnya, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Pulau Buru dan Papua Barat bagian timur.

BMKG pun meminta, kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mewaspa‎dai wilayah yang mengalami kemarau lebih awal, terutama dari Bali, Nusa Tenggara, Jawa Barat bagian utara, dan Jawa Tengah bagian utara serta selatan. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top