Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ridwan Kamil Sebut 1.262 Positif di Secapa AD Kejadian Luar Biasa

Kasus 1.262 terpapar Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Hegarmanah, Bandung dinilai sebagai kejadian luar biasa.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  14:40 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG — Kasus 1.262 terpapar Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Hegarmanah, Bandung dinilai sebagai kejadian luar biasa.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan selain luar biasa kasus tersebut juga bersifat anomali karena pola penyebaran di luar areal yang tengah dilacak pihaknya.

"Saya barusan bermusyawarah bersama wali kota Bandung terkait kejadian luar biasa di institusi kenegaraan, khususnya Secapa (AD) yang memang sangat luar biasa yang kami sebut sebagai anomali. Jadi, ini bukan sebuah pola (penyebaran Covid-19)," katanya di Bandung, Jumat (10/7/2020).

Pihaknya bersama Wali Kota Bandung, Oded M Danial sepakat untuk menindaklanjuti munculnya klaster Secapa AD yang dengan menggelar rapid tes pada masyarakat yang tinggal di sekitar Kompleks Secapa AD.

"Pengetesan lingkungan sekitar wajib hukumnya karena dulu (klaster Stukpa Polri) di Sukabumi juga bocor ke wilayah sekitarnya," katanya.

Pihaknya juga sudah menyarankan agar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Bandung memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBB) di kawasan Hegarmanah dan sekitarnya. "Jadi, jalan-jalan masuk ditutup, yang bisa masuk hanya penghuni untuk memastikan tidak ada kebocoran," imbuhnya.

Dengan ditemukannya angka positif di Secap AD pihaknya yakin tidak akan memicu lonjakan kasus terkonfirmasi positif di Provinsi Jabar.
"Kelihatannya (kasus terkonfirmasi positif Covid-19) akan kembali di bawah 100 (kasus) lagi sesuai keterkendalian sebelumnya," katanya.

Pihaknya meminta warga di Jabar banyak berdiri lembaga-lembaga vertikal, termasuk Secapa AD yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan tidak langsung ditangani gugus tugas provinsi maupun kabupaten/kota.

"Di Jabar banyak institusi vertikal yang dikelola pusat dimana murid-murid datang dari seluruh Indonesia, maka kedatangan mereka seringkali harus diwaspadai lebih dalam. Kami juga mohon maaf jika kejadian ini menjadi sumber lonjakan yang luar biasa," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung, Oded M Danial menyatakan, pihaknya siap melaksanakan arahan-arahan yang telah disampaikan Ridwan Kamil. Bahkan, pascamendengar kabar munculnya klaster Secapa AD, pihaknya langsung menginstruksikan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Bandung untuk menggelar tes Covid-19 kepada warga sekitar Kompleks Secapa AD.

"Insya Allah hari Minggu besok juga ada pemeriksan swab. Baru ada 28 orang yang siap melakukan pemeriksaan, nanti dilaksanakan di balai kota, masyarakat lain juga masih didata, agar bisa melaksanakan tes," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top