Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekolah di Kota Sukabumi Dibuka, Ini Simulasinya

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan proses belajar mengajar tatap muka untuk sekolah yang dizinkan dibuka terbatas di zona kewaspadaan hijau seperti Kota Sukabumi.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  11:23 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Bisnis.com,BANDUNG—Kota Sukabumi yang masuk zona hijau akan memulai proses belajar tatap muka mulai awal pekan depan. Wapres KH Maruf Amin, Mendikbud Nadiem Makarim dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah memeriksa kesiapannya awal pekan ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan proses belajar mengajar tatap muka untuk sekolah yang dizinkan dibuka terbatas di zona kewaspadaan hijau seperti Kota Sukabumi.

Dari hasil simulasi yang dilakukan Dinas Pendidikan provinsi dan kota meski dibuka, ada sejumlah penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam praktiknya nanti. Ridwan Kamil menuturkan simulasinya:

“Siswa datang langsung belajar 4-5 jam dan langsung pulang . Tidak ada jam istirahat. Satu kelas dibagi 2-3 sif. Ada yang daring 1/2 minggu dan ada yang tatap muka 1/2 minggu. Setiap 2-3 hari gantian,” tuturnya, Jumat (10/7/2020).

Menurutnya untuk siswa yang berdomisili di zona non hijau tetap belum boleh datang tatap muka ke sekolah yang sudah zona hijau. “Walaupun sudah zona hijau , namun orangtua boleh memilih anaknya untuk tetap belajar daring dari di rumah jika itu menjadi pilihannya,” tuturnya.

Siswa dikelas juga akan duduk di meja dan kursi yang berjarak. Ada semacam kubus yang terbuat dari plastik khusus agar siswa tetap belajar dengan nyaman selama di kelas. “Semua dilakukan dengan kehati-hatian dan selalu perlahan bertahap,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukabumi PPDB Online
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top