Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gugus Tugas Jabar Minta Orangtua tak Bawa Anak ke Wisata Terbuka

Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat meminta orang tua berhati-hati saat membawa anak ke objek wisata di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  13:08 WIB
Anak-anak berwisata di pantai - Bisnis/Wisnu Wage
Anak-anak berwisata di pantai - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG—Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat meminta orang tua berhati-hati saat membawa anak ke objek wisata di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)

Sekretaris GTPP Provinsi Jabar Daud Achmad meminta pada masa AKB ini para orang tua tidak membawa anak kecil ke tempat wisata alam terbuka yang sudah mulai dibuka di beberapa tempat.

Menurutnya, sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak kecil rawan terpapar Covid-19 dari orang dewasa dan berpotensi besar menularkannya kepada orang lanjut usia. “Di masa AKB agar orang tua tidak membawa anak ke luar rumah. Anak-anak tetap diupayakan tinggal di rumah,” katanya di Bandung, Rabu (8/7/2020).

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Siska Gerfianti mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar tetap mengedepankan upaya pencegahan dan pemberantasan Covid-19 terhadap anak, terutama selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kita perlu sekali mendengarkan rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) baik di wilayah Jawa Barat maupun nasional. Rekomendasi dari IDAI adalah tetap dalam tatanan AKB ini upayakan pencegahan dan pemberantasan Covid-19 ini terutama untuk anak,” kata Siska, Rabu (8/7/2020).

“Misalnya kalau tidak perlu membawa pergi anak keluar rumah dan bisa menghindari kerumunan mendingan anaknya di rumah saja,” tambahnya.

Sementara untuk menjaga kesehatan anak di masa pandemi ini, kata Siska, perlu dilakukan beberapa hal, seperti memperhatikan tumbuh kembang anak, mulai dari berat dan tinggi badan.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan nutrisi anak juga penting diperhatikan. Hal itu bisa dilakukan melalui pemberian gizi yang seimbang dan memberikan imunisasi sesuai jadwal.

“Pelayanan imunisasi juga tetap harus dilakukan karena sekarang ini fasilitas kesehatan masyarakat baik itu puskesmas atau fasyankes lain, rumah sakit, dan lain-lain sudah juga melakukan pengadaan imunisasi ini tetapi dengan terjadwal, supaya menghindarkan kerumunan yang banyak di fasyankes,” katanya.

“Kemudian kegiatan pendidikan usia dini misalkan Paud, dan lain-lain direkomendasikan oleh IDAI tetap dilakukan di rumah masing-masing saja. Jadi, untuk kegiatan pembelajaran bagi anak ini baik usia anak atau remaja lebih direkomendasikan dalam pembelajaran jarak jauh karena memang sekarang penularan Covid-19 ini masih tetap berlangsung,” imbuhnya.

IDAI juga menyarakan para orang tua yang memiliki anak usia dini agar mengunduh aplikasi kesehatan anak yang bernama PrimaKu. Aplikasi ini bisa membantu orang tua memantau tumbuh kembang anak. Fitur yang ada di dalam aplikasi tersebut sesuai dengan buku KIA dari Kementerian Kesehatan RI, termasuk kalender imunisasi, pemantauan pertumbuhan, artikel kesehatan, dan pemantauan perkembangan, dan nasihat stimulasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top