Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelajah Segitiga Rebana: Ditawarkan, 11 Kota Baru untuk 11 Investor

Pengembangan kawasan Segitiga Rebana yang masuk dalam program Industri Juara turut menjadi bagian dari 209 proyek investasi senilai Rp700 triliun yang ditawarkan pihaknya pada investor.
Foto udara kawasan pabrik di Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (20/3/2020). Bisnis/Rachman
Foto udara kawasan pabrik di Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (20/3/2020). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar karpet merah bagi investor yang tertarik mengembangkan kawasan Segitiga Rebana.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku penanganan Covid-19 di Jawa Barat menjadi bukti bagi investor bahwa strategi yang tepat mampu mengendalikan penyebaran virus tersebut. Menurutnya dengan situasi yang mulai positif ini keyakinan Jawa Barat untuk terus memasarkan Kawasan Segitiga Rebana makin tinggi.

Menurutnya pengembangan kawasan Segitiga Rebana yang masuk dalam program Industri Juara turut menjadi bagian dari 209 proyek investasi senilai Rp700 triliun yang ditawarkan pihaknya pada investor.

Rebana menjadi konsen karena Jabar adalah rumah bagi 60 persen industri Tanah Air. Pada triwulan I 2020, investasi asing maupun dalam negeri yang masuk ke Jawa barat sudah mencapai Rp29,9 triliun.

Pihaknya sudah menyiapkan 11 kota dengan new high technology zone alias kota yang punya zona berteknologi tinggi untuk industri, seperti Pelabuhan Patimban (Subang), Aerocity (Bandara Kertajati Majalengka), kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka), dan Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan). “Kota baru ini ditawarkan kepada 11 investor besar, sehingga para investor masing-masing dapat mengelola satu dari 11 kota tersebut,” ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Kawasan Segitiga Rebana pun tak hanya siap untuk industri sekaligus sudah menunjukan kawasan pertanian paling kuat di Jawa Barat dan Nasional selama pandemi. Ridwan Kamil melansir dari data yang diperoleh pertanian merupakan bidang paling tahan diterpa pandemi Covid-19.

Di saat sektor lain seperti jasa dan manufaktur pertumbuhannya turun hingga 4 persen, Covid-19 menggerogoti pertumbuhan pertanian hanya 0,9 persen saja atau kurang dari 1 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper