Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gugus Tugas Jabar Bakal Rutin Gelar Tes Masif di Terminal dan Stasiun

Tes masif penting dilakukan mengingat mobilitas warga Jabar yang keluar-masuk DKI Jakarta di kedua stasiun (Stasiun Bogor dan Bojong Gede) itu tinggi
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  13:40 WIB
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P
Antrean calon penumpang KRL commuter sebelum memasuki stasiun Depok Lama di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Penumpukan calon penumpang ini disebabkan aturan physical distancing di dalam stasiun dan gerbong kereta, serta pembatasan jam operasional kereta akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, BANDUNG - Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Siska Gerfianti menyatakan, tes masif digelar di stasiun KRL Bodebek sebagai pendeteksian dini.

Siska mengatakan tes masif penting mengingat mobilitas warga Jabar yang keluar-masuk DKI Jakarta di kedua stasiun yaitu Stasiun Bogor dan Bojong Gede, itu tinggi. "Kami akan mengecek selalu pintu-pintu masuk ke Jabar. Seperti pekan lalu, kami menggadakan operasi gabungan dan tes masif di kawasan puncak," kata Siska, Minggu (28/6/2020).

Menurut Siska, tes masif di pintu masuk Jabar, seperti stasiun dan terminal, akan rutin dilaksanakan. Tujuannya mendapatkan data epidemiologi secara komprehensif. Data itu bakal menjadi landasan dalam mengambil keputusan.

"Berapa kali seminggu (lakukan tes masif), dan berapa orang (yang harus tes masif), sehingga kami bisa memberikan reasoning apakah protokol kesehatan sudah cukup, atau apakah moda transportasi ini cukup aman digunakan sebagai sarana orang melakukan perjalanan?" ucapnya.

Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba menilai, rapid test yang digelar gugus tugas provinsi dapat meningkatkan kesadaran penumpang KRL untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Dengan rapid test sendiri, mereka akan aware dengan kondisi sendiri. Semakin banyak yang dites semakin cepat penanganannya," kata Anne.

PT KCI selaku operator KRL sudah menyusun protokol kesehatan, baik saat memasuki stasiun sampai berada di dalam gerbong. Hal itu bertujuan mencegah penularan Covid-19 di stasiun ataupun dalam gerbong.

Selain mengecek suhu tubuh, PT KCI mewajibkan penumpang KRL memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berbicara selama berada di dalam gerbong. Selain itu, kata Anne, PT KCI membuat marka penumpang untuk jaga jarak.

"Jumlah pengguna KRL minggu ini ada di angka 340-370 ribu. Selama pandemi Covid-19, jumlah tersebut menjadi yang paling tinggi," kata Anne.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar New Normal
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top