Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelajah Segitiga Rebana : Pelaku E-Commarce Butuh Insentif

Lokasi BIJB Kertajati yang jauh dari Jakarta menjadi tantangan bagi para pengusaha e-commarce untuk menggunakan jasa logisitik BIJB Kertajati.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  22:37 WIB
Petugas melakukan rutinitas pemeriksaan di selasar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Rachman
Petugas melakukan rutinitas pemeriksaan di selasar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, CIREBON – Asosiasi E-Commarce Indonesia (idEA) menilai implementasi Bandara Internasional Jawa Barat sebagai hub logistik internasional untuk E-commarce harus diimbangi dengan insentif bagi para pelaku usaha.

Meski nantinya akan memiliki sejumlah infrastruktur yang andal, tapi diimbangi biaya yang kompetitif akan menjadi kendala bagi pelaku e-commarce.

Ketua Umum idea Ignatius Untung mengatakan bahwa kehadiran layanan logistic BIJB memberi keuntungan bagi para pelaku e-commarce.

Hanya saja, lokasi BIJB Kertajati yang jauh dari Jakarta menjadi tantangan bagi para pengusaha e-commarce untuk menggunakan jasa logisitik BIJB Kertajati.

Saat ini untuk mendistribusikan barang ke Jakarta dan sekitarnya, para pelaku usaha masih mengandalkan Bandara Soekarno Hatta.

Agar beralih ke BIJB Kertajati, Untung menilai pihak pengelola perlu memberikan insentif untuk menarik minat sekaligus mengurangi beban pelaku usaha e-commarce.

“Pada prinsipnya, makin banyak hub logistik akan makin baik untuk mendorong pertumbuhan perdagangan lintas batas, salah satunya tentu untuk e-Commerce,” kata Untung kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan jika mencari alternatif infrastruktur terdekat selain bandara Soetta, yang notabene lalu lintas kargonya sudah padat, BIJB Kertajati dapat menjadi pilihan.

Terlebih rencananya, kawasan pusat logistik BIJB akan didukung dengan pembukaan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat dan akses tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang akan menghubungkan Kota Bandung – Kertajati.

Tidak hanya itu, potensi pariwisata di Jawa Barat juga diharapkan membuat kawasan makin ramai, sehingga peluang peningkatan transaksi digital makin tinggi di sana.

Hanya saja kendalanya, cakupan area BIJB Kertajati masih terkonsentrasi di Jawa Barat. Selain itu, jumlah penumpang di BIJB Kertajati juga terus menurun, sehingga perlu dianalisa secara komprehensif, langkah-langkah yang dapat dilakukan agar lalu lintas penumpang dan kargo ini dapat sejalan.

“Sehingga perlu dorongan lebih berupa insentif yang berdampak langsung pada cost yang dibebankan pemain e-commerce. Jika tidak, biaya logistik akan tetap tinggi. Jatuhnya jadi tidak menarik bagi pemain e-commerce karena costnya jadi tinggi,” kata Untung.

Sekadar catatan, selama periode 22 Juni - 26 Juni, Bisnis Indonesia melakukan penulusuran di kawasan Segitiga Rebana (Subang-Majalengka-Cirebon) untuk menggali potensi di kawasan tersebut.

Program ini terlaksana berkat dukungan dari banyak pihak, a.l. Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka, Bank BJB, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, BIJB, Disparbud Jabar, JNE, XL dan Telkomsel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecommerce Jelajah Segitiga Rebana
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top