Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Jatim Rebutan, Jabar Malah Sebar Rapid Test Mobile ke 15 Daerah

Pelaksaaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal di 15 daerah di Jawa Barat akan dibarengi dengan pengetesan Covid-19.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  14:52 WIB
Rapid test massal di Jabar - Bisnis/Wisnu Wage
Rapid test massal di Jabar - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG—Pelaksaaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal di 15 daerah di Jawa Barat akan dibarengi dengan pengetesan Covid-19.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya tetap akan melakukan pengawasan yang ketat terkait potensi penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan AKB yang akan efektif berjalan Senin (1/6/2020) besok.

“Kami akan melakukan pengetatan pengawasan, kami akan merilis ambulans yang didalamnya ada alat rapid test,” katanya di Bandung, Minggu (31/5/2020).

Rapid test mobile sendiri saat ini tengah dilakukan di sejumlah daerah yang level kewaspadaanya berwarna kuning seperti Kota Cimahi. Petugas melakukan pengetesan pada para pengunjung yang hendak memasuki pusat perbelanjaan di Kota Cimahi.

Menurutnya rapid test mobile tersebut selanjutnya akan hadir di daerah yang menerapkan AKB khususnya di sejumlah tempat yang berpotensi melahirkan kerumunan seperti pertokoan dan pusat perbelanjaan. “Kami akan melakukan test pada pengunjung, ini cara kami memastikan AKB tidak menghilangkan kewaspadaan,” tuturnya.

Upaya Jabar untuk terus waspada terkait penyebaran menurutnya akan lebih efektif lagi mengingat alat test produksi lokal mulai dihasilkan oleh BUMN dan kampus dalam waktu dekat. “PCR produksi Biofarma sudah tersedia, Rapid Test yang berkualitas buatan ITB-Unpad sudah tersedia meskipun terbatas,” katanya.

Dengan rutinnya melakukan pengetesan dan pelacakan, pihaknya meminta para kepala daerah yang sudah berstatus zona biru tidak terkejut jika sewaktu-waktu ada kenaikan angka positif atau reaktif Covid-19.

Daerah yang berstatus biru kemudian ditemukan angka yang mengalami kenaikan maka penerapan AKB akan berganti menjadi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kembali.

“Saya bilang kepada wali kota/bupati jangan senang dulu, kalau tidak waspada, kalau tidak bertahap, level menurun. Maka dijaga perbatasan dan kedisiplinan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top