Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lacak Sebaran Covid-19 Pasca-Lebaran, Jabar Sebar 15.000 RDT

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali intens melakukan pengetesan Covid-19, baik dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) atau tes swab maupun rapid test.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  13:27 WIB
Lacak Sebaran Covid/19 Pascalebaran, Jabar Sebar 15.000 RDT
Lacak Sebaran Covid/19 Pascalebaran, Jabar Sebar 15.000 RDT

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali intens melakukan pengetesan Covid-19, baik dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) atau tes swab maupun rapid test.

Tujuannya untuk mendapatakan peta persebaran Covid-19 yang komprehensif terutama pasca lebaran.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Berli Hamdani, melaporkan, per Kamis (21/5/2020) lalu pihaknya menyebar 120.655 rapid diagnostic test (RDT) ke 27 kabupaten/kota, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan di Jabar. Hasilnya, sebanyak 3.209 warga Jabar terindikasi positif Covid-19 atau reaktif.

Sebagai tindaklanjut hasil tes cepat, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar menggelar tes swab bagi warga terindikasi positif Covid-19, dan 231 warga Jabar dinyatakan positif Covid-19.

"Kami intens menggelar tes masif. Hal itu dilakukan untuk melacak kontak terpapar Covid-19, mendeteksi keberadaan virus, dan memastikan status pasien Covid-19. Selain itu, pengetesan secara masif akan membuat peta persebaran Covid-19 di Jabar semakin komprehensif," kata Berli, Selasa (26/5/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar pun menjadikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi sebagai momentum pengetesan masif Covid-19. Sebab, pergerakan masyarakat mulai menurun sehingga potensi penularan Covid-19 lebih rendah.

Wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) yang merupakan zona merah Covid-19 diutamakan untuk pengetesan swab.

"Seperti yang sudah dikabarkan, Kami distribusikan test kit PCR sekitar 15.500 ke 10 kabupaten/kota tersebut saat awal PSBB tingkat provinsi berlaku. Kami minta kabupaten/kota untuk menghabiskan test kit tersebut. Per hari ini, 13.132 alat test kit PCR sudah digunakan," ucap Berli.

Berli menyatakan, pengetesan masif difokuskan juga untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan tenaga kesehatan yang berada di zona merah. Selain itu, pengetesan Covid-19 dilakukan juga do pasar tradisional, yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Guna mendapatkan peta persebaran Covid-19 secara optimal, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar merujuk pola yang dilakukan Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6 persen dari jumlah penduduknya atau 300.000 penduduk Jabar.

"Untuk mengejar target tersebut, kami melakukan pengadaan alat tes dari BTT (Belanja Tidak Terduga) Jabar yang dialokasikan untuk penanggulangan Covid-19. Bantuan alat tes dari sejumlah pihak pun terus mengalir, seperti dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Berli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top