Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengajuan Restrukturisasi Kredit di Jabar Capai Rp16,6 Triliun

Pengajuan restruturisasi kredit di Jawa Barat selama masa penanganan pandemic Covid-19 sudah mencapai Rp16,6 triliun.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  12:35 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com,BANDUNG—Pengajuan restruturisasi kredit di Jawa Barat selama masa penanganan pandemic Covid-19 sudah mencapai Rp16,6 triliun.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan II dan Manajemen Strategis Kantor Regional II Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lasdini Purwanti mengatakan kinerja keuangan perbankan Jabar triwulan I/2020 masih cukup baik, walaupun turun dibanding tahun lalu.

“Masih tumbuh kredit, dana pihak ketiga, asset masih ada pertumbuhan di triwulan I. Kita harap tidak terlalu turun karena ada stimulus yang diberikan pemerintah,” katanya di Bandung, Senin (18/5/2020).

Salah satu stimulus yang saat ini didorong adalah kebijakan restrukturisasi seperti pengurangan bunga kredit. Menurutnya kreditur yang ingin mengajukan keringanan datang bisa lewat digital, persetujuan atau penolakan nantinya akan diputuskan oleh bank.

“Itu hal yang sudah OJK lakukan dalam menjaga stabilitas ekonomi,” tuturnya.

Dari catatan OJK, hasil restrukturisasi di Jawa Barat ada sekitar 673.320 orang debitur yang mengajukan program keringanan. Angka kreditur ini menurutnya secara nominal mencapai Rp16,6 triliun.

“Debitur yang sudah selesai diproses, disetujui sekitar 267 ribu orang. Ini melibatkan perorangan tentunya lebih besar jumlahnya,” paparnya.

Lasdini sendiri mengimbau agar kreditur yang memiliki daya bayar tidak perlu mengajukan program ini agar kondisi tetap stabil. Menurutnya pengajuan keringanan kreditur yang memiliki daya bayar jika tidak disetujui sudah merugikan waktu lembaga keuangan.

“Sekarang banyak yang mengajukan OJK terus memantau perkembangan restrukturisasi ini karena kita ingin menjaga stabilitas,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top