Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Krisis Pangan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil: Kami Surplus Beras

Produksi beras Jawa Barat yang surplus kemungkinan bisa membantu persediaan lumbung padi nasional hingga akhir tahun.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  08:34 WIB
Pemerintah pusat menginstruksikan kepada pemda untuk bergegas memperhatikan stok pangan di tengan pandemi virus Corona, untuk mengindari krisis pangan. - ilustrasi
Pemerintah pusat menginstruksikan kepada pemda untuk bergegas memperhatikan stok pangan di tengan pandemi virus Corona, untuk mengindari krisis pangan. - ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim bahwa produksi beras di Jawa Barat mengalami surplus dan bisa juga disalurkan ke daerah sekitar yang membutuhkan beras. 

Setiap kepada daerah kini menjaga kecukupan pangan, sebab Presiden Jokowi memerintah setiap kepala daerah untuk mengantisipasi adanya krisis pangan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Ridwan mengakui bahwa Presiden Jokowi memerintah agar daerah menyiapkan darurat pangan. “Jawa Barat surplus produksi beras,” katanya dalam konferensi pers di Youtube Humas Jabar, Sabtu (2/5/2020).

Menurutnya dengan kondisi kecukupan beras, maka Jawa Barat kemungkinan akan membantu persediaan lumbung padi nasional hingga akhir tahun. Namun, pria yang akrab disapa Emil ini, tak menyebutkan angka.

Pemerintah Jabar mengklaim bahwa surplus beras sangat penting, mengingat impor beras dipastikan akan berkurang. “Karena negara pengimpor beras menahan diri, semoga surplus ini bisa jadi hadiah untuk keamanan stok pangan nasional,” ujarnya.

Kepala Perum Bulog Jabar Benhur Ngkaimi mengatakan stok pangan terutama bahan pokok seperti beras dan lainnya, lebih dari cukup. “Hampir di semua gudang Bulog Jabar penuh isinya. Sehingga bukan hanya sampai menjelang Idulfitri, melainkan hingga akhir tahun diprediksi ketersediaan pangan mencukupi,” katanya belum lama ini.

Dengan pasokan pangan yang lebih dari cukup tersebut, dia meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama beras. Bahkan, untuk distribusi, pihaknya telah menerapkan skema penyaluran bahan logistik ini di seluruh wilayah Jawa Barat.

Di tengah pandemi virus corona, pemerintah kian gencar untuk menjaga ketersediaan stok pangan. Tujuannya, untuk menghindari kelangkaan pangan di tengah pandemi virus corona.

Penting diketahui bahwa kelangkaan pangan, bisa berpengaruh pada kenaikan harga pada komoditas pangan. Selain itu, langkah itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di daerah-daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan jawa barat jabar produksi beras krisis pangan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top