Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polemik Ibadah Ramadan di Rumah, Pemkab Majalengka Bentuk Satgas Keagamaan

Pemerintah Kabupaten Majalengka, membentuk satuan tugas (satgas) keagamaan di tengah wabah Covid-19. Tim tersebut dibentuk karena adanya sejumlah penolakan dari masyarakat terkait pelaksanaan ibadah di rumah selama bulan Ramadan.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 28 April 2020  |  11:03 WIB
Rapat Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dengan perwakilan MUI dan Kemenag, terkait pembentukan Satgas Keagamaan, Selasa (28/4 - 2020).
Rapat Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dengan perwakilan MUI dan Kemenag, terkait pembentukan Satgas Keagamaan, Selasa (28/4 - 2020).

Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Majalengka, membentuk satuan tugas (satgas) keagamaan di tengah wabah Covid-19. Tim tersebut dibentuk karena adanya sejumlah penolakan dari masyarakat terkait pelaksanaan ibadah di rumah selama bulan Ramadan.

Satgas keagamaan tersebut, terdiri dari unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama Majalengka, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka, Dewan Masjid Indonesia (DMI), penyuluh KUA, dan ormas islam.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi, mengatakan, pemerintah pusat sebelumnya sudah mengeluarkan surat edaran tentang ibadah selama ramadan dan Hari Raya Idulfitri, hal itu harus diterapkan oleh seluruh masyarakat di Indonesia.

Namun di Kabupaten Majalengka, kata Karna, ada sebagian masyarakat yang mengabaikan imbauan tersebut, bahkan beberapa di antaranya menuding pemerintah telah ikut campur dalam pelaksanaan ibadah.

"Pemahaman masyarakat dalam beribadah dimasa wabah ini belum paham betul. Maka dari itu kami sengaja menggandeng pihak ulama untuk menjelaskan kepada masyarakat," kata Karna dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2020).

Dibentuknya satgas tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat hingga tingkat desa, sehingga dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

Ibadah dan tradisi dalam bulan ramadan yang bisa dilakukan di rumah, yakni salat tarawih, tilawah Alquran, buka bersama, dan itikaf. Kemudian, pada Hari Raya Idulfitri, salat Idulfitri dan halal bihalal.

"Wabah ini bisa menyerang tanpa mengenal status sosial. Sehingga, yang dilakukan oleh pemerintah ini adalah bentuk rasa sayang kepada masyarakat," katanya.

Ketua MUI Kabupaten Majalengka, Anwar Sulaeman, mengatakan, sebelum melakukan pemahaman kepada masyarakat, terlebih dahulu harus melakukan deklarasi bersama unsur forkopimda dan intstansi vertikal yang terlibat.

Hal tersebut harus dilakukan untuk memberikan penguatan dan menyatukan persepsi masyarakat Kabupaten Majalengka.

"Selain itu, satgas juga harus menindak warga yang berkerumun di pasar swalayan dan toko besar lainnya," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

majalengka
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top