Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Kebutuhan Pokok di Cirebon Terpantau Stabil pada Pekan Pertama Ramadan

Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang dijual dibeberapa pasar tradisional wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terpantau normal pada pekan pertama Ramadan di tengah wabah Covid-19.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 26 April 2020  |  13:13 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON -Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang dijual dibeberapa pasar tradisional wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terpantau normal pada pekan pertama Ramadan di tengah wabah Covid-19.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Republik Indonesia, Minggu (26/4/2020), harga kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon yang terpantau normal yaitu, beras kualitas medium, telur ayam ras segar, bawang putih, cabai merah, dan minyak goreng kemasan.

Harga beras kualitas medium yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Cirebon, yakni Rp11.000 per kilogram. Kemudian, harga telur ayam ras segar yang dijual di Kabupaten Cirebon, yaitu Rp24.000 per kilogram.

Bawang putih yang beberapa bulan lalu mengalami kenaikan hingga Rp80.000 per kilogram, terus berangsur turun. Sejak 20 April 2020, harga salah satu bumbu dapur tersebut hanya Rp41.000 per kilogram.

Cabai merah saat ini dijual dengan Harga Rp23.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp14.000 per kilogram. Kedua kebutuhan pokok itu, terpantau normal sejak dua pekan lalu.

Meskipun terpantau normal, beberapa kebutuhan pokok lainnya terpantau mengalami penurunan harga, di antaranya daging ayam ras segar, bawang merah, dan cabai rawit merah.

Harga daging ayam ras segar, yang dijual saat ini yaitu Rp24.000 per kilogram, menurun dibandingkan hari sebelumnya, yakni Rp24.000.

Bawang merah yang beberapa waktu lalu dijual dengan harga Rp47.000, kini hanya Rp45.000. Kemudian, cabai rawit merah, turun sebesar Rp 5.000, dari Rp50.000 menjadi Rp45.000.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Deni Agustin, mengatakan, faktor yang menyebabkan harga sejumlah komoditas tetap stabil, karena adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dan Bandung Raya. Sehingga, proses distribusi terhambat.

Akhirnya, kata Deni, para produsen yang biasa menjual ke wilayah tersebut, terpaksa menjual di daerahnya masing-masing, sehingga harga pun terus mengalami penurunan.

“Adanya hal itu, kami berharap stabil ini sampai hari raya lebaran,” kata Deni.(K45)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top