Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Chitose Internasional (CINT) Bagikan Dividen Rp2 Miliar

Emiten produsen furnitur di Indonesia, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) optimis mampu meraih pertumbuhan untuk penjualan produk furnitur di tahun 2020, meski saat ini perekonomian dunia cenderung melemah akibat perang dagang dan pandemi Covid-19.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 21 April 2020  |  15:22 WIB
(Kiri ke kanan) Komisaris Utama Dedie Suherlan, Direktur Fadjar Swatyas, Direktur Utama Kazuhiko Aminaka, Direktur Timatius J Paulus, dan Komisaris Marcus Brotoatmodjo, dalam acara Paparan Publik Perseroan yang diselenggarakan di Cimahi hari ini.  Hasil RUPS CINT memutuskan untuk membagikan sebesar Rp2 per saham atau Rp2 miliar (27,7 persen) dari laba bersih dibagikan sebagai dividen tunai. - Bisnis/Dea Andriyawan
(Kiri ke kanan) Komisaris Utama Dedie Suherlan, Direktur Fadjar Swatyas, Direktur Utama Kazuhiko Aminaka, Direktur Timatius J Paulus, dan Komisaris Marcus Brotoatmodjo, dalam acara Paparan Publik Perseroan yang diselenggarakan di Cimahi hari ini. Hasil RUPS CINT memutuskan untuk membagikan sebesar Rp2 per saham atau Rp2 miliar (27,7 persen) dari laba bersih dibagikan sebagai dividen tunai. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Emiten produsen furnitur di Indonesia, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) optimis mampu meraih pertumbuhan untuk penjualan produk furnitur di tahun 2020, meski saat ini perekonomian dunia cenderung melemah akibat perang dagang dan pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan dalam acara Paparan Publik Perseroan yang diselenggarakan di Cimahi, Selasa (21/4/2020). Dalam paparan publik tersebut, manajemen CINT menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 4 persen atau sebesar Rp 430 miliar.

Direktur CINT, Timatius Jusuf Paulus menjelaskan, untuk mencapai target pertumbuhan positif tahun ini, Perusahaan melakukan beberapa strategi seperti melakukan kolaborasi dengan toko furnitur dan distributor alat kesehatan untuk penetrasi pangsa pasar perlengkapan alat kesehatan dan bekerjasama dengan perusahaan di luar negeri dengan joint development sebagai alternative sources dan membuka pintu untuk .

Selain melakukan kerja sama dan kolaborasi, Perusahaan juga membidik pengadaan barang pemerintah dan swasta untuk penjualan lokal serta meningkatkan ekspor ke Jepang, Australia, dan negara-negara lain di Asia.

“Perseroran tetap optimis di tengah kecenderungan pelemahan ekonomi global akibat pendemi Covid-19. Melalui strategi diatas, kami berharap dapat terus mempertahankan kepercayaan (Trust), tetap inovatif dan responsif (Agile) sambil terus menerapkan efisiensi (Efficient) sebagai target kerja Perusahaan di 2020. Tahun ini kami juga menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp16 miliar atau tumbuh 122% dari tahun lalu," kata Timatius.

Sementara itu, Direktur CINT Fadjar Swatyas menjelaskan untuk mengejar projeksi perseroan di 2020, strategi lain yang saat ini dilakukan sebagai langkah penyesuaian adalah melakukan pemenuhan kebutuhan di bidang kesehatan khususnya nursing bed.

"Kita dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi furnitur, padahal kami dari 2001 sudah memproduksi nursing bed, ranjang rumah sakit, yang hampir 100% kita ekspor ke jepang, jadi dengan kondisi seperti ini, 2020 kita kerjasama dengan institusi yang ada di Indonesia khususnya rumah sakit, kita juga ada beberapa projek pengadaan rumah sakit khususnya rumah sakit lapangan dan lain-lain," kata Fadjar.

Ia mengatakan langkah ini sebagai betuk fleksibelitas perseroan terhadap kebutuhan pasar di tengah pandemi Covid-19 yang sangat dirasakan oleh seluruh sektor. Sehingga diharapkan dengan peluang ini mampu mendongkrak keuntungan perusahaan dalam kondisi ini.

Ia menjelaskan, peningkatan dari sektor kesehatan ini berpeluang mampu mendongkrak pendapatan perseroan hingga Rp1,8 miliar.

"Jadi kita produksi kita fokus kesana, di luar itu pendidikan masih tetep kita akan fokus, kita ambil peluang-peluang di sana, kita cari peluang agar kita bisa survive," jelas Fadjar.

Ia menambahkan, saat ini perseroan sudah menjalin kerja sama dengan beberapa institusi kesehatan, seperti dalam pemenuhan infrastruktur kesehatan baik rumah sakit pada umumnya ataupun rumah sakit lapangan guna menanggulangi masalah Covid-19 ini.

Sebelumnya, PT Chitose Internasional Tbk membukukan pertumbuhan kinerja positif di sepanjang tahun 2019. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp411,78 miliar, naik sekitar 11,18 persen dibanding penjualan bersih periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp370,39 miliar.

Peningkatan penjualan ini terjadi di pasar lokal sebesar 10,91 persen dan pasar ekspor sebesar 16,28 persen. Penjualan bersih CINT terdiri atas: penjualan segmen kursi lipat sebesar 31 persen; segmen hotel, banquet, dan restaurant sebesar 28 persen; segmen furnitur kantor sebesar 25 persen; segmen pendidikan 12 persen; dan sisanya 4 persen segmen rumah sakit dan lainnya.

Tak hanya itu, Perseroan juga memperkuat manajemen CINT melalui pengangkatan Kazuhiko Aminaka sebagai Presiden Direktur Perusahaan menggantikan Dedie Suherlan yang dipercayakan sebagai sebagai Komisaris Utama serta mengangkat Susanto sebagai Direktur dalam RUPS yang diselenggarakan Perseroan sebelum Paparan Publik.

Dengan latar belakang kedua manajemen baru yang berpengalaman dalam bidangnya diharapkan akan semakin memperkuat tim manajemen CINT. Hasil RUPS CINT juga memutuskan untuk membagikan sebesar Rp2 per saham atau Rp2 miliar (27,7 persen) dari laba bersih dibagikan sebagai dividen tunai.

Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 4 Mei 2020 dan akan dibagikan pada tanggal 20 Mei 2020. Sebelumnya, dalam rangka memberikan kontribusi pada penanganan pandemi Covid-19, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) telah melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada kesempatan itu, CINT membantu dengan menyerahkan hospital bed sebanyak 500 unit dengan matras khusus C-PRO sebanyak 100 unit kepada rumah sakit kecil di Indonesia yang membutuhkan. Nantinya setiap rumah sakit terpilih akan menerima maksimal 10 unit hospital bed (termasuk matras khusus C-PRO). (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt chitose internasional
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top