Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Ada Perayaan, Bandung Lautan Api Tahun Ini Serupa Tapi tak Sama

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengajak warga untuk melakukan pengorbanan serupa. Tentu ia tak meminta warganya mengangkat senjata atau membakar rumah, melainkan meminta mereka untuk berdiam diri tetap berada di rumah.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  18:51 WIB
Wali Kota Bandung Oded M. Danial - Istimewa
Wali Kota Bandung Oded M. Danial - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Tak ada perayaan Bandung Lautan Api bukan berarti tak ada peringatan apapun soal peristiwa besar nan bersejarah itu. Pada tanggal 24 Maret 1946, segenap warga Bandung kompak mengosongkan tanah mereka. Ribuan orang rela rumah dan tanah mereka dibumihanguskan agar tak bisa diduduki penjajah.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengajak warga untuk melakukan pengorbanan serupa. Tentu ia tak meminta warganya mengangkat senjata atau membakar rumah, melainkan meminta mereka untuk berdiam diri tetap berada di rumah.

“Kalau dulu warga Kota Bandung dengan taat aturanya kepada pusat. Pusat memerintahkan untuk mundur ke selatan dan di selatan itu mereka membuat sejarah yang luar biasa. Mereka membumihanguskan Bandung Selatan, dikenal dengan Bandung Lautan Api,” tuturnya di Pendopo Kota Bandung, Senin (23/3/2020).

“Saya berharap ini menjadi momentum untuk kita juga, untuk kita terapkan hari ini bahwa semangat perjuangan itu adalah mari kita membumi-hanguskan pandangan yang berbeda. Mari kita fokus bahwa kita sedang bertempur melawan virus Covid-19,” ajak Oded.

Oded menyadari, bagi sebagian orang hal itu tidak mudah. Banyak orang yang perlu pergi bekerja mencari nafkah. Ada pula yang menjalankan tugas negara. Namun ia meminta kepada semua pihak untuk kompak berdiam di dalam rumah agar bisa selamat dari incaran virus SARS Cov-2 ini.

“Dulu orang bisa sampai membakar rumah demi negara. Sekarang, pemerintah hanya meminta mereka untuk tinggal di rumah, jangan ke mana-mana sampai situasi terkendali,” ujarnya.

Ia terus menekankan agar warga menerapkan physical distancing, bukan social distancing, yakni menjaga jarak fisik agar tidak berdekatan apalagi bersentuhan dengan orang lain.

“Kita harus patuh terhadap anjuran mengurangi aktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, physical distancing, atau menjaga jarak dengan sesama serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat guna meminimalkan penyebaran virus tersebut,” katanya.

Ia juga mengimbau warga agar terus berdoa, memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar segala upaya untuk meredakan wabah ini bisa diberi kemudahan.

“Hidup itu tidak bisa lepas dari dua hal: ikhtiar optimal, doa maksimal. Nggak bisa kita hanya menyikapi kehidupan ini hanya dengan logika insaniah semata, tetapi juga logika ilahiah,” paparnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top