2 Warga Bandung yang Diobservasi di Natuna Segera Dipulangkan

Dua warga Bandung yang diketahui masuk dalam rombongan yang diobservasi di Natuna terkait Virus COVID-19 akan dipulangkan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  18:22 WIB
2 Warga Bandung yang Diobservasi di Natuna Segera Dipulangkan
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China mengambil makan di pusat observasi di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2020). ANTARA FOTO - PUSPEN TNI

Bisnis.com, BANDUNG - Dua warga Bandung yang diketahui masuk dalam rombongan yang diobservasi di Natuna terkait Virus COVID-19 akan dipulangkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Berli Hamdani saat dihubungi, Jumat (14/2/2020).

Namun, Berli mengaku pihaknya masih belum mendapatkan indentitas kedua warga Bandung tersebut. Pasalnya, kata dia, rincian data rombongan yang menjalani observasi usai dijemput dari Wuhan ini masih berada di pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Ada, kalau tidak salah dua orang ya warga dari Kota Bandung," kata Berli.

Selain itu, menurut dia total ada sekitar sembilan warga Jawa Barat yang akan dipulangkan dari Natuna.

Sembilan warga Jawa Barat tersebut, kata dia, akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing pada Sabtu (15/2/2020). Berli menjelaskan rencana pemulangan warga Jabar tersebut akan dilakukan dari hanggar TNI AU di Natuna menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta, rombongan kemudian akan segera diserahkan ke pemerintah daerah masing-masing untuk dipulangkan. Dia memastikan bahwa warga yang dipulangkan dari Natuna tersebut negatif virus Corona.

"Saudara-saudara kita yang sudah menjalani prosedur karantina sesuai dg standar WHO tersebut, pastinya lebih bisa dijamin kesehatnnya karena sdh diperiksa dan dinyatakan negatif alias tidak terinfeksi COVID-19," katanya.

Meski telah dinyatakan bebas dari Virus COVID-19, namun Kementerian Kesehatan kata dia meminta Dinas Kesehatan di masing-masing daerah untuk tetap memantau kesehatan warga tersebut.

"Fokus kita di kesehatan hatus kembali diarahkan pada ancaman sesungguhnya, yaitu potensi wabah COVID-19 ini di waktu yang akan datang," katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top