Disperdagin Cirebon: Pasokan Bawang Putih dari Distributor belum Mencukupi

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon memastikan pasokan bawang putih dari distributor belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar yang ada di wilayah itu.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  15:24 WIB
Disperdagin Cirebon: Pasokan Bawang Putih dari Distributor belum Mencukupi
Bawang putih - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon memastikan pasokan bawang putih dari distributor belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar yang ada di wilayah itu.

"Lebih dari 50 persen kebutuhan bawang putih di Kabupaten Cirebon berasa dari Cina, sebagian lagi di India. Masalahnya, dari India belum bisa memenuhi kebutuhan pasar," kata Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dini Dinarsih, Rabu (12/2/2020).

Pemerintah Indonesia saat ini, sudah mengarahkan untuk melakukan impor bawang putih dari negara penghasilnya, yaitu Thailand dan India. Selain itu, pemerintah pun mendorong petani lokal guna pemenuhan kebutuhan.

Dini mengatakan, salah satu daerah yang didorong pemerintah untuk menghasilkan bawang putih yakni dari wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

"Mudah-mudahan masalah corona ini cepat selesai dan keran impor akan dibuka kembali. Dengan dibukanya keran impor kebutuhan terpenuhi kembali," kata Dini.

"Bawang putih dari China itu lebih bagus, kualitas lebih baik dan lebih kering, sehingga tidak cepat busuk dibandingkan yang lain. Kalau bawang lain masih ada kadar air," tambahnya.

Pada kesempatan lain, pedagang di Pasar Sumber, Saniah (50) mengatakan, kenaikan harga komoditas bawang putih di Pasar Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terjadi sejak dua pekan lalu. "Naiknya bertahap, seminggu lalu Rp40 ribu. Sekarang Rp55 ribu. Harga naik itu dari bandar besar di Pasar Jagasatru Kota Cirebon," kata Saniah.

Akibat kenaikan harga bawang putih, para pedagang di Pasar Sumber hanya mampu menjual sebanyak 5 kilogram setiap harinya. Sebagian besar pembeli pun cuma membeli paling banyak satu ons saja.

Saniah mengatakan, penyebab harga bawang putih yang mengalami kenaikan dikarenakan stok yang ada di Pasar Induk Jagasatru berkurang, sehingga pedagang hanya mampu membeli 10 kilogram setiap harinya.

"Biasanya kalau beli sampai 20 kilo, sekarang tidak bisa karena mahal. Terus masyarakat yang beli juga menjadi sedikit," katanya.

Pedagang lainnya, Tini (45), mengatakan, kenaikan tersebut terjadi saat maraknya isu virus corona di Indonesia. Sebab, bawang putih yang dijual oleh para pedagang merupakan impor dari China.

"Tidak tahu benar atau tidak, yang pasti gara-gara musim corona jadi naik. Tahun lalu bulan segini belum pernah naik," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cirebon

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top