Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jabar akan Alirkan Setrum ke 20.000 Keluarga Miskin

Program pemasangan listrik gratis bagi keluarga miskin kembali dikebut Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  12:46 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com,BANDUNG—Program pemasangan listrik gratis bagi keluarga miskin kembali dikebut Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan ESDM Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan 21.094 keluarga miskin Jabar mendapatkan fasilitas pemasangan listrik gratis pada 2019 lalu. “Dinas ESDM menargetkan 20.000 keluarga miskin Jabar mendapatkan fasilitas serupa pada tahun ini,” katanya, Senin (10/2/2020).

Menurutnya penentuan keluarga yang akan mendapatkan fasilitas pemasangan listrik gratis dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Jabar. Kemudian, masyarakat yang berada di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) tidak luput dari perhatian Dinas ESDM.

“Fasilitas pemasangan listrik gratis dalam bentuk listrik konvensional (program PLN) maupun energi terbarukan yang salah satunya adalah Listrik Mandiri Rakyat (Limar),” katanya.

Adapun program penerangan Limar sudah dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa) Jabar. Dinas ESDM pun akan berkolaborasi dengan DPM-Desa terkait usulan masyarakat penerima bantuan.

"Limar itu semacam listrik dari baterai. Ini sudah dikembangkan. Limar dipasang di wilayah yang mana PLN tidak bisa masuk. Maka kita share kepada program-program non-PLN. Nanti listrik bersumber pada baterai. Kami pun akan memberi genset. Setiap lima hari, baterai dicas," kata Ai.

Menurut Ai, rasio elektrifikasi Jabar sudah mencapai 99,9 persen. Angka tersebut telah memenuhi target rasio elektrifikasi nasional. Meski begitu, berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri ESDM pada awal 2019, 256.058 keluarga di Jabar belum teraliri listrik. Jumlah itu belum dikurangi 21.094 keluarga yang mendapatkan fasilitas pemasangan listrik gratis pada 2019.

Dengan demikian, jumlah keluarga Jabar yang belum teraliri listrik pada awal 2020, yakni 234.964 keluarga. Keluarga yang belum teraliri listrik ini dominan berada di daerah yang sulit diakses PLN.

"Rasio elektrifikasi Jabar sudah memenuhi target nasional. Jabar juga menjadi salah satu provinsi dengan rasio elektrifikasi tertinggi di Indonesia. Meski sisa 0,01 persen, tapi jumlah itu banyak karena jumlah penduduk masyarakat banyak juga. Tapi, kita akan terus akselerasi program pemasangan listrik gratis," katanya.

Program pemasangan listrik gratis bagi keluarga miskin konsisten dilakukan Dinas ESDM Jabar sejak 2001. Namun, pada 2018, program tersebut berhenti karena data yang minim. Maka itu, sepanjang 2018, Dinas ESDM menginventarisasi data keluarga yang belum teraliri listrik.

"2018 kita inventarisasi masyarakat yang belum berlistrik. Jadi memang 0,01 persen itu sulit. Akhirnya kita mendapatkan data. Data itu kita share kepada mitra CSR-CSR yang ada di Jabar. Kemarin itu, 2019, lewat CSR itu sudah berhasil memasang fasilitas listrik gratis kepada 21.094 keluarga," ucap Ai.

"Arahan dari pimpinan, kita memang mencari sistem anggaran lain. Nah, sebenarnya kegiatan dari CSR Jabar Caang ini merupakan pengembangan dari program Jabar Caang itu sendiri. Dari 2016, kita sudah berkomunikasi dengan Bappeda untuk membuat program CSR Jabar Caang. Kita melanjutkan program elektrifikasi ini, tapi melalui mekanisme CSR," tambahnya.

Guna mencapai 100 persen rasio elektrifikasi, Dinas ESDM akan mengakselerasi program pemasangan listrik gratis untuk keluarga miskin. "Karena masyarakat dinamis sekali bertambah dan masyarakat sendiri belum melakukan elektrifikasi mandiri. Dengan 99,9 persen itu sudah bagus. Meski begitu, kita terus berupaya menuju 100 persen rasio elektrifikasi," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top