Ekonomi Jabar 2019 Anjlok, Ini Penyebabnya

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2019 tercatat mengalami pelambatan menjadi 5,07%, jauh turun dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun sebelumnya yang mencapai 5,66%.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  17:20 WIB
Ekonomi Jabar 2019 Anjlok, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi disumbang oleh Lapangan Usaha Jasa Real Estate sebesar 9,54%. - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2019 tercatat mengalami pelambatan menjadi 5,07%, jauh turun dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun sebelumnya yang mencapai 5,66%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Dody Herlando mengatakan pelambatan ekonomi di Jawa Barat 2019 jauh dari perkiraan sejumlah pihak yang masih menaruh ekspektasi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat masih bisa bertahan di angka 5,2% hingga 5,4%.

Namun nyatanya, kondisi ekonomi global dan ‎kontestasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 berdampak cukup besar terhadap ekonomi Jawa Barat. Pasalnya, banyak pelaku usaha dan investor yang wait and see terkait hasil Pemilu dan ekonomi global.

"Perekonomian Jawa Barat berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2019 mencapai Rp2.125,16 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp1.491,71 triliun," kata Dody di Kantor BPS Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (5/2/2020).

Menurut Dody, dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi disumbang oleh Lapangan Usaha Jasa Real Estate sebesar 9,54%, lalu Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 9,48% dan Informasi dan Komunikasi sebesar 9,31%.

Pelambatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat sendiri diakui dia, disebabkan juga oleh pelemahan di sektor pengeluaran, seperti Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang hanya mencapai 6,97%, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP)‎ 4,91% dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) 4,75%.

Sementara itu, struktur ekonomi Jawa Barat 2019 pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluran Konsumsi Rumah Tangga ‎sebesar 65,30%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 25,21% dan pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5,64%. Namun Komponen Perubahan Inventori, Net Ekspor (Ekspor-Impor) dan Pengeluaran Konsumsi Lembaga non Profit yang melayani Rumah Tangga memiliki kontribusi yang relatif kecil.

Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV-2019 terhadap triwulan IV-2018 (y-o-y) sebesar 4,11% melambat dibandingkan dengan periode sebelumnya di triwulan yang sama sebesar 5,52%.

Pengeluaran tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 5,13%, diikuti oleh Ekspor Barang dan Jasa 4,54%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PDRB) 4,13%, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4,12% dan Perubahan Inventori sebesar 0,55%.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Real Estate sebesar 10,84%, sementara di sisi pengeluaran pertumbuhan terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 5,13%. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top