Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beas, Aplikasi Permudah Evakuasi Gawat Darurat

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meluncurkan aplikasi Bandung Emergency Application Support (Beas). Lewat aplikasi ini, warga dan petugas mampu mendeteksi lokasi ambulans yang dibutuhkan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 27 November 2019  |  12:10 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meluncurkan aplikasi Bandung Emergency Application Support (Beas). Lewat aplikasi ini, warga dan petugas mampu mendeteksi lokasi ambulans yang dibutuhkan.

Aplikasi miliki Dinas Kesehatan Kota Bandung ini bisa diunduh melalui Play Store. Caranya telusuri Dinas Kesehatan, lanjut scroll ke bawah, nanti akan muncul aplikasi Beas.

Oded mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya memberikan pelayanan prima kepada warga. Salah satunya dengan melahirkan berbagai inovasi.

“Tahun 2014 lalu, kita meluncurkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sebagai sistem pelayanan kesehatan kegawatdaruratan dengan terintegrasi menggunakan call 119,”ujarnya.

Menurut Oded, Beas memudahkan warga untuk memantau posisi ambulans yang sedang dibutuhkan. Termasuk untuk memudahkan petugas untuk mengetahui titik kordinat pelapor.

“Inovasi tujuannya mempermudah pelayanan, sehingga mendapatkan respon positif dengan baik,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan, tujuannya aplikasi ini untuk menghapus kendala yang terjadi di lapangan.

“Selama ini Tim Layad Rawat beroperasi terdapat kendala, salahsatunya lama mencari alamat. Dengan adanya ini (aplikasi Beas) bisa mempermudah pemohon mengetaui ambulans sampai mana, di situ bisa terlihat,” jelasnya.

“Pengoperasiannya itu tinggal download Dinas Kesehatan dulu, nanti akan muncul Beas tinggal download nanti ada tombol SOS, tekan itu sehingga terlihat lokasi ambulansnya. Petugas juga akan tahu alamat pasiennya, “ papar Rita.

Selain mengetahui lokasi, lanjutnya, aplikasi tersebut diharapkan ‘respon time’ lebih cepat.

“’Respon time’-nya itu sekitar 30 menit. Dengan ini bisa berkurang tergantung kasusnya. Kita targetkan yang memiliki smart phone itu bisa mengunduh aplikasi ini. Kita memiliki memiliki 13 mobil, 17 motor dan 4 sepeda,” katanya.

“Kita juga akan gencar menyosialisasikan di media sosial, media elektronik kerja sama dengan radio juga ke sekolah dan hotel-hotel di Kota Bandung,” tuturnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top