Jabar Minta Jepang Kembangkan Kawasan Rebana

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta investor Jepang lewat Japan International Cooperation Agency (JICA) turut mengembangkan kawasan di sekitar Pelabuhan Patimban, Subang.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 08 November 2019  |  16:54 WIB
Jabar Minta Jepang Kembangkan Kawasan Rebana
Pembangunan jalan akses sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta investor Jepang lewat Japan International Cooperation Agency (JICA) turut mengembangkan kawasan di sekitar Pelabuhan Patimban, Subang.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Herry Antasari menambahkan mengingat konstruksi Pelabuhan Patimban, Subang dikerjakan pihak Jepang, maka JICA akan didorong untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan Segitiga Rebana yang mencakup Patimban, Kertajati, dan Cirebon.

JICA yang menjadi bandul dari bantuan donor Jepang dinilai Pemprov Jabar mampu mendorong kontribusi maksimal dan optimal para pengusaha dan pemerintah Jepang dalam rencana Rebana yang akan jadi kawasan ekonomi khusus (KEK) tersebut.

“Kalau urusan pelabuhan sudah clear ya, yang menjadi konsen Pemprov Jabar adalah pengembangan kawasannya. Jadi kedatangan Pak Gubernur ke Jepang untuk memastikan, menggambarkan peran mereka tidak selesai hanya setelah kontruksi tapi mereka juga ditawarkan terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang ada di Rebana,” katanya, Jumat (8/11).

Pemprov Jawa Barat menurut Herry juga meminta peran Jepang dalam upaya membangun infrastruktur penunjang pelabuhan sekaligus akses konektifitas yang menghubungkan antara Patimban, Kertajati dan kawasan Cirebon.

“Prinsipnya siapapun bisa masuk dan berkontribusi dalam pembangunan kawasan, tapi karena konstruksi Patimban sudah lebih dulu oleh Jepang, kenapa tidak oleh mereka. Mereka juga berkepentingan agar investasi kembali cepat,” tuturnya.

Kawasan Rebana membutuhkan ekosistem yang terbangun dengan baik, lewat pertemuan dengan pihak JICA diharapkan pula mereka bisa membangun komunikasi dengan pemerintah Jepang serta perusahaan-perusahaan swasta yang bisa masuk Rebana.

“Kalau ekosistemnya baik, maka pembangunan pelabuhan akan makin cepat,” ungkap Herry.

Peluang Jepang menggarap dan mengembangkan Rebana terbuka mengingat 10-11 pusat pengembangan yang ada di kawasan tersebut membutuhkan selain akses juga fasilitas air bersih hingga transportasi.

“Kita ingin Rebana bisa terbangun dengan cepat, sumber daya sudah ada sekaligus tawaran kemudahan perizinan yang sudah dipastikan oleh Pak Gubernur,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top