Jumlah Tenaga Penyuluh Pertanian di Jabar Masih Belum Ideal

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Hendy Jatnika mengatakan, Jabar masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 September 2019  |  15:47 WIB
Jumlah Tenaga Penyuluh Pertanian di Jabar Masih Belum Ideal
Tenaga penyuluh pertanian - Ilustrasi/mediatani.com

Bisnis.com,BANDUNG--Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Hendy Jatnika mengatakan, Jabar masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian.

Hendy mengatakan kebutuhan tersebut ada sekitar satu per tiga dari jumlah desa yang ada di Jabar. Saat ini, satu tenaga penyuluh menangani dua atau tiga desa. Idealnya, menurut aturan Kementerian Pertanian, satu orang penyuluh menangani satu desa.

"Provinsi Jawa Barat ingin terus mempertahankan produksi pertanian, sehingga harus ada penyuluhan, sehingga Pemerintah Provinsi Daerah (Pemdaprov) Jabar waktu itu tambah lagi penyuluh THL (Tenaga Harian Lepas) untuk mengurangi kesenjangan antara jumlah desa dengan jumlah penyuluh yang ASN," kata Hendi, Rabu (25/9/2019).

"Dan sampai saat ini penyuluh THL masuk tahun keempat dan dapat mengurangi kekurangan penyuluh yang ada di Jawa Barat. Memang tidak semua provinsi mampu membiayai penambahan penyuluh dari APBD-nya," tambahnya.

Hendi menyatakan bahwa Pemdaprov Jabar tidak ingin petani ditinggalkan oleh mitranya, salah satunya penyuluh. Penyuluh adalah pihak yang hadir mewakili negara dan pemerintah dalam mendampingi petani.

"Makanya Jawa Barat, Alhamdulillah sampai saat ini masih berkontribusi dan berkomitmen tetap mempertahankan penyuluhan untuk meningkatkan, mempertahankan produksi pertanian," kata Hendi mengakhiri.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyuluh

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top