Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Kenapa Truk Bakal Dilarang Masuk Tol Japek II

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembatasan truk menggunakan jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) II saat mulai beroperasi  akhir 2019 nanti.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 September 2019  |  15:37 WIB
Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian - Bisnis/Wisnu Wage
Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian - Bisnis/Wisnu Wage
Bisnis.com,BANDUNG—Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembatasan truk menggunakan jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) II saat mulai beroperasi  akhir 2019 nanti.

Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan dari uji beban yang digelar pekan ini menunjukan Japek II layak beroperasi dan tidak memunculkan masalah baru di sisi konstruksi. “Uji bebannya bagus, sesuai dengan simulasi, model teknisnya, jadi bagus,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Rabu (25/9).

Menurutnya dalam uji beban dan hasil evaluasi, pihaknya akan membatasi truk melintas ke tol layang tersebut bukan karena persoalan overdimension and overload (ODOL) namun lebih pada urusan kenyamanan berkendara pengguna tol. “Kalau [truk] itu masalah pengelolaan trafik bukan masalah beban,” ujarnya.

Hedy memaparkan laju truk yang lambat di jalan tol dinilai akan memperumit urusan evakuasi jika terjadi mogok atau kecelakaan di atas jalan layang. Dia menampik konstruksi Japek II tidak kuat menahan beban truk yang melintas di sana. 

“Truk kan lambat, sedangkan di atas itu evakuasi lebih rumit dibanding di bawah, pertimbangannya safety kalau ke atas, itu bukan strukturnya kuat atau tidak,” paparnya.

Dalam catatan pihaknya, setiap hari di jalur tol Jakarta-Cikampek ada 30 lebih truk yang mengalami mogok dan kerusakan. Menurutnya angka ini menjadi pertimbangan penting pihaknya untuk membatasi pergerakan truk ke atas jalan tol layang. “Di atas mogoknya kan turunnya jauh, kalao sekarang mogoknya di atas kan pening kepala kita,” tuturnya.

Menurutnya urusan kelebihan beban truk juga tak melulu urusan muatan berlebih namun pada urusan kekuatan dan kecepatan moda tersebut. Hedy menunjuk urusan rem dan kecepatan sering menjadi biang kecelakaan yang disebabkan truk. “”Exit tol cuma dua titik, dengan [tol] sepanjang itu jadi lebih banyak pada masalah operasional kalau [truk] itu,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jakarta-cikampek (japek)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top