Di Usia ke-209, Kota Bandung Masih Miliki Banyak Masalah

Memasuki usia yang ke-209, Kota Bandung nyatanya masih harus berkutat dengan segudang permasalahan yang masih belum terselesaikan dari satu rezim ke rezim lainnya.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 25 September 2019  |  17:08 WIB
Bisnis.com, BANDUNG -- Memasuki usia yang ke-209, Kota Bandung nyatanya masih harus berkutat dengan segudang permasalahan yang masih belum terselesaikan dari satu rezim ke rezim lainnya.
Di usianya yang lebih dari dua abad ini, masalah klasik kota sepeti kemacetan, banjir limpahan saat musim hujan, sampah hingga masalah kesejahteraan warganya utamanya masalah pengangguran.
Ketua DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi menilai permasalahan tersebut memang harus menjadi catatan bagi Pemerintah Kota Bandung yang kini dipimpin Wali Kota Oded M Danial dan Wakilnya Yana Mulyana sebagai evaluasi dalam menjalankan roda kepemimpinannya 4 tahun ke depan.
"Ada PR (pekerjaan rumah) yang tentunya terkait beberapa hal, terkait pemeliharaan infrastruktur, terus masalah kemacetan juga masalah banjir," ucapnya, di Gedung DPRD Kota Bandung,  Rabu (25/9).
Meski demikian ia mengaku masih akan menunggu bagaimana hasil dari solusi yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam menyelesaikan pemasalahan-permasalahan tersebut.
Seperti contoh permasalahan banjir yang kerap melanda Kota Bandung lantaran tidak mampu menahan limpahan air saat musim hujan turun. Solusi yang dilakukan  oleh Pemerintah Kota Bandung yakni melakukan berbagai gerakan pembuatan resapan air dan juga membangun kolam-kolam retensi di kawasan hulu dan hilir.
"Tapi kita belum lihat evaluasi dari pembangunan kolam retensi-retensi (yang dilakukan Pemkot). Kalau ada semacam penurunan berarti on the track tinggal bagaimana memperbanyak kolam retensi," ucapnya. 
Selanjutnya terkait permasalahan kemacetan. Dia melihat sudah ada upaya dari Pemerintah Kota Bandung dalam menyelesaikan permasalahan ini. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkot telah mencanangkan beberapa proyek pembangunan fly over.
"Tapi ini harus dikaji juga titik-titik yang tepat (untuk pembangunan). Jadi bukan nambah macet tapi (fly over) jadi solusi," ucapnya.
Selain itu, Yudi juga menuturkan Pemkot Bandung  juga harus lebih fokus dalam penataan dan pemeliharaan infrastruktur. Seperti perbaikan jalan, trotoar, taman dan infrastruktur lain penunjang keindahan kota. 
Ia menilai langkah tersebut penting lantaran fasilitas umum tersebut menjadi penunang kenyamanan bagi warga Bandung maupun wisatawan yang berwisata di Kota Kembang. Dampaknya,tambah dia, tentu terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung. 

"Tahun depan saya pikir Kota Bandung sebagai kota metropolitan, tampilan Bandung harus cantik terpelihara. Karena 33,3% PAD itu dari sektor pariwisata dan jasa. Kalau Bandung sareksek (kumuh) tidak minat ke Bandung," ucapnya. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top