Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tim SAR Temukan Jasad Korban Kapal Terbalik di Perairan Garut

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) telah menemukan jasad seorang nelayan yang tenggelam setelah Kapal Nelayan Sundari Jaya terbalik di perairan Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (22/9).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 September 2019  |  09:43 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, GARUT - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) telah menemukan jasad seorang nelayan yang tenggelam setelah Kapal Nelayan Sundari Jaya terbalik di perairan Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (22/9).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung Deden Ridwansyah dalam siaran persnya pada Selasa (24/9/2019) menyebutkan bahwa petugas menemukan jasad nelayan bernama Ujang (47) pada Senin (23/9) pukul 21.42 WIB di pinggir Pantai Santolo.

Jenazah Ujang kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Cikelet untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.

"Pukul 22.00 WIB dilaksanakan penutupan operasi SAR," kata Deden.

Upaya pencarian korban kecelakaan kapal itu dilakukan dengan melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Garut, Kepolisian, TNI, dan masyarakat nelayan.

Operasi pencarian itu mencakup penyisiran daerah di sepanjang pantai hingga ke tengah laut.

Ujang tenggelam setelah kapal yang dia naiki bersama seorang rekan bernama Iip terbalik saat berada di lautan. Saat itu, Iip berhasil menyelamatkan diri, namun Ujang terseret ombak dan menghilang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top