Batan Buka Wisata Teknologi Nuklir di Bandung

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan meluncurkan wisata teknologi nuklir di Bandung untuk meningkatkan pemahaman masyarakat atas teknologi tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 September 2019  |  16:05 WIB
Batan Buka Wisata Teknologi Nuklir di Bandung
Reaktor Nuklir - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG — Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan meluncurkan wisata teknologi nuklir di Bandung untuk meningkatkan pemahaman masyarakat atas teknologi tersebut.

Kepala Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Batan Jupiter Sitorus Pane mengatakan tujuan wisata tersebut untuk memperkenalkan teknologi nuklir kepada masyarakat dan menegaskan kembali bahwa Bandung sudah memulai era teknologi nuklir sejak 1965.

"Kita launching pada 30 Oktober mendatang dalam rangka open house hasil litbang kami dari 2015 sampai 2019. Akan kita undang masyarakat untuk hadir. Harapan kami Pak Wali Kota Bandung bisa meresmikan wisata teknologi ini," katanya, Rabu (18/9/2019).

Jupiter mengatakan wisata teknologi nuklir ini nantinya akan membawa pengunjung ke sejumlah tempat di Batan seperti ke reaktor, lab produksi isotop, lab senyawa bertanda, teknik analisis nuklir, NAA, lab hewan, serta lab konversi reaktor PSTNT di Jalan Taman Sari No. 7, Bandung. 

"Kami menargetkan masyarakat terdidik seperti mahasiswa dan tokoh masyarakat karena ini fasilitas nuklir, ini objek vital, maka yang bisa mengunjungi fasilitas nuklir itu harus di atas 18 tahun. Kalau di bawah 18 tahun, hanya boleh masuk ruang pameran saja," ujarnya.

Adapun wisata teknologi nuklir Batan ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan pengelolaan nuklir menjadi energi alternatif merupakan sebuah hal yang menarik untuk disampaikan ke warga.

Pihaknya meminta agar Batan mengemas wisata teknologi nuklir dengan format semenarik dan seatraktif mungkin, mengingat banyak masyarakat belum paham. Selain itu, banyak masyarakat yang masih menganggap energi nuklir berbahaya dan mengerikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nuklir, batan

Sumber : Antara
Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top