Pemkot Bandung Kaji Penggunaan Teknologi Cegah Pelecehan Terhadap Perempuan

Pemerintah Kota Bandung akan mengkaji penggunaan teknologi dalam upacaya pencegahan tindakan pelecehan seksual terhadap perempuan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 03 September 2019  |  10:29 WIB
Pemkot Bandung Kaji Penggunaan Teknologi Cegah Pelecehan Terhadap Perempuan
Pertemuan Pemkot Bandung dengan pemenang Kompetisi Datathon Australia, Zoe Condliffe. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung akan mengkaji penggunaan teknologi dalam upacaya pencegahan tindakan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Hal tersebut diusung oleh pemenang Kompetisi Datathon Australia, Zoe Condliffe. Ia membuat situs 'She's a Crowd' yang memungkinkan kaum hawa bisa bercerita tentang peristiwa yang dialaminya. Dari cerita-cerita yang disampaikan tersebut bisa menjadi data. Data tersebut kemudian dianalisa untuk selanjutnya menjadi upaya-upaya pencegahan pelecehan.

Atas hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap pemanfaatan teknologi serupa bisa diterapkan di Kota Bandung.

"Ini perlu diterapkan karena demi keselamatan masyarakat khususnya wanita," katanya, Selasa (3/9).

Realisasinya kata Yana, tidak hanya memungkinkan terhadap pencegahan pelecehan terhada perempuan, tapi juga terhadap beragam tindak kejahatan dan keselamatan di jalan.

"Kita coba dikaji. Mungkin untuk keselamatan di jalan, kita juga akan perbanyak CCTV dan penerangan jalan," imbuh Yana.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangun, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bandung, Ahyani Rangkasna mengatakan, cara mendapatkan data melalui She’s a Crowd cukup bagus. Masyarakat curhat melalui situs.

“Dengan pertanyaan yang terstruktur, lalu datanya bisa dianalisis. She’s a Crowd bisa diterapkan di Kota Bandung," jelasnya.

Hal ini, menurut Ahyani, berkesinambungan dengan aplikasi Ur-Scape yang dimiliki oleh Pemkot Bandung. Aplikasi bersifat “open source” ini merupakan peranti pendukung perencanaan ruang yang berbasis data spasial. Melalui aplikasi ini, Kota Bandung kini punya data integratif tentang tata ruang.

Ur-Scape dikembangkan oleh Future Cities Laboratory (FCL) berkat kerja sama antara Pemkot Bandung dengan Asian Development Bank (ADB) melalui program Future Cities Program. FCL didirikan oleh ETH-Zurich dan National Research Foundation Singapura.

Sedangkan CEO & Founder She's a Crowd', Zoe Condliffe berharap karya ciptakannya bisa diterapkan dimanapun untuk keselamatan masyarakat.

"Mudah-mudahan jika ini berguna dan bisa diterapkan. Saya bangga jika bisa bekerja sama," tuturnya.

Perlu diketahui, pemenang Datathon di Australia mendapatkan kesempatan mengunjungi Kota Bandung. Selama berada di Kota Bandung, diberi kesempatan  untuk belajar mengenai berbagai teknologi dan hal lainnya.  Begitu pun sebaliknya, pemenang dari Kota Bandung berkesempatan ke Melbourne Australia. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top