Reaktivasi Stasiun Garut Hidupkan Kembali Nadi Ekonomi

Progres pembongkaran bangunan di atas jalur kereta api Garut-Cibatu memasuki tahap penyelesaian akhir, yakni dengan membersihkan puing-puing bangunan serta perataan jalur lantaran kedalaman rel ada yang terkubur hingga 1,5 meter.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  17:48 WIB
Reaktivasi Stasiun Garut Hidupkan Kembali Nadi Ekonomi
Stasiun Garut - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, GARUT — Progres pembongkaran bangunan di atas jalur kereta api Garut-Cibatu memasuki tahap penyelesaian akhir, yakni dengan membersihkan puing-puing bangunan serta perataan jalur lantaran kedalaman rel ada yang terkubur hingga 1,5 meter.

Berdasarkan pantauan Bisnis, rel dengan panjang 19,75 km ini sudah hampir rampung. Rel yang terkubur di tanah mulai terlihat kembali. Sisa-sisa kejayaan masih nampak jelas, kokohnya bangunan-bangunan di sekitar stasiun sebagian masih berdiri tegak.

Menjadi saksi, jalur yang menghubungkan Cibatu hingga Cikajang ini pernah berjaya dan menjadi primadona transportasi sebelum dinonaktifkan 1983 lalu.

Penyebabnya, salah satunya adalah dampak dari kemajuan transportasi darat kala itu yang membuat stasiun ini berangsur sepi peminat. Euporia masyarakat menyambut kehadiran bus, sepeda motor, dan kendaraan daratnya lainnya yang mulai memasyarakat, mengharuskan jalur kereta api ini di tutup.

Apalagi, kondisi itu diperprah dengan terjadinya letusan Gunung Galunggung pada 1982 yang membuat sarana prasarana stasiun dan kereta rusak akibat abu vulkanik. Sehingga, memaksa jalur ini benar-benar harus ditutup lantaran biaya perbaikan yang cukup besar.

Lain dulu lain sekarang, kebutuhan transportasi menggunakan kereta api kembali menyeruak. Mobilitas masyarakat antar kota dan kabupaten yang begitu tinggi membangunkan kembali jalur yang sempat mati suri puluhan tahun ini.

Kepala PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal menargetkan, jalur Cibatu-Garut ini bisa diuji cobakan pada Desember 2019 ini. Sehingga masyarakat Garut dan sekitarnya bisa secepatnya terlayani.

“Kemudian Januari, Februari 2020 bisa resmi beroperasi,” kata Saridal di Stasiun Garut, Kabupaten Garut, Kamis (1/7).

Untuk rel dan bantalan, dipastikan Saridal sudah siap dirangkai. Seminggu ini pekerja masih fokus menyelesaikan pembersihan puing-puing dan perataan jalur.

“Seminggu ini selesai (pembersihan puing-puing dan perataan),” kata Saridal.

Selain itu, jembatan-jembatan yang rapuh akan kembali dikuatkan pondasinya, apalagi lokomotif yang akan digunakan tentunya akan lebih berat dibanding lokomotif dahulu.

Nantinya, pemberangkatan kereta yang awalnya dilakukan di stasiun Cibatu, setelah selesai pembangunan akan dikembalikan ke Stasiun Garut.

Dia mengatakan, pembangunan stasiun pun akan dilakukan lebih kekinian. Seratusan kios yang akan diisi oleh pelaku UMKM akan dibangun disisi kanan bangunan utama. Pasalnya, PT KAI menilai cara tersebut akan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat sekitar stasiun.

“Nanti produk unggulan di sana akan dijajakan, misalkan gak perlu nyewa lapak, sistemnya bagi hasil, atau gimana nanti kita akan pikirkan bersama,” jelas dia.

Kehadiran kembali jalur legendaris ini, diakui Saridal disambut baik masyarakat Garut. Bahkan, pembebasan bangunan diatas aset PT KAI pun hampir tidak ada kendala, hanya sedikit riak namun bisa diselesaikan dengan baik.

“Kita lihat sendiri Garut bisa melakukan ini,” ungka dia.

Rizal, 34, pemilik kios di kawasan Stasiun Garut juga mengaku senang. Ia meyakini dengan hadirnya kembali Stasiun Garut akan meningkatkan taraf ekonominya.

“Senang, nanti kan banyak juga yang belanja ke sini,” ungkap dia.

Lebih dari itu, ia pun sering bepergian menggunakan kereta. Jika sebelumnya harus ke Stasiun Cibatu, maka kini dia hanya tinggal menyebrang jalan. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt kai

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top