Ridwan Kamil Klaim Ekonomi Kreaif Jabar Paling Progresif

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan laju pengembangan Ekonomi Krearif (Ekraf) Jawa Barat tergolong progesif.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  20:42 WIB
Ridwan Kamil Klaim Ekonomi Kreaif Jabar Paling Progresif
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan presentasinya dalam Konferensi Internasional Ekonomi Kreatif (WCCE) di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, BANDUNG--Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan laju pengembangan Ekonomi Krearif (Ekraf) Jawa Barat tergolong progesif.

Dia pun mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengembangkan ekraf Jawa Barat.

Komitmen tersebut tercermin dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Ekonomi Kreatif dan Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual. 

"Masa depan kita ada pada ekonomi imajinasi, ekonomi yang hadir karena adanya kreativitas," ucapnya, Senin (15/7/2019).

Menurut Emil, ekraf menjadi bagian utama dalam proses pembangunan di Jawa Barat. Dia pun menyatakan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi penyumbang ekspor ekraf tersebut pada tahun 2016, yaitu sebesar 31,96 persen. 

Selain itu, kata Emil, Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) di bidang ekraf terbesar, yakni 11,81 persen atau tertinggi ketiga setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 16,12 persen, dan Bali sebesar 12,57 persen.

Berbagai komoditas ekraf berkembang di Jawa Barat. Misalnya Game Developer, seni pertunjukan, film, musik, fotografi, desain komunikasi visual, kriya keramik, kerajinan rotan, kerajinan tangan, fashion, batik, bambu, dan banyak komoditas lainnya.

Apalagi, kata Emil, Pemdaprov Jawa Barat tengah mengembangkan beberapa program unggulan seperti One Village One Company (OVOC) maupun One Pesantren One Company (OPOC). Menurutnya, kedua program tersebut akan bergerak di bidang industri kreatif. 

Emil pun mencontohkan desa yang mengembangkan esteem tourism, dan desa wisata. Kemudian, ada pesantren yang mengembangkan produk kerajinan khas di wilayahnya. Selain itu, ada pula yang mengembangkan produk kuliner dan produk furnitur bernilai seni.

Dengan program tersebut, sebanyak 530 desa di Jawa Barat berubah status dari desa berkembang menjadi desa maju. Artinya, banyak desa yang mampu mengoptimalkan dan mengelola sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Sementara desa maju sudah memiliki kemampuan mengelolanya, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup manusianya, dan menanggulangi kemiskinan," kata Emil.

Komitmen Pemdaprov Jawa Barat dalam pengembangan ekraf terwujud dengan Pusat Ekraf (Creative Hub), dan Badan Ekonomi Kreatif Daerah yang akan hadir di 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Hal tersebut sebagai upaya penggalian potensi ekraf di setiap Kabupaten/Kota.
 
"Jawa Barat, Provinsi terdepan dalam mengembangkan Ekonomi Kreatif. Pertama, jadi satu- satunya Provinsi yang punya Perda tentang Ekonomi Kreatif. Kedua, tahun ini juga sedang dibangun pusat kreatif (creative hub) di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat," ucap Emil.

"Nanti akan ada Bekraf kecil di daerah-daerah, yang nantinya dikoordinir pusat dan akhirnya berdampak pada perkembangan ekraf nasional. Pokoknya, Jawa Barat paling siap mengenai strategi ini, paling komitmen soal ekraf," lanjutnya.

Pada 2019, Creative Hub tengah dibangun di Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Cirebon, Tasikmalaya, dan Kabupaten Purwakarta. Sedangkan pada 2020 nanti, Creative Hub akan dibangun di Kota Cimahi, Depok, Sukabumi, dan Kabupaten Bandung, Garut, Majalengka, dan Sumedang.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi kreatif, jabar

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top