Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Jabar Jamin Biaya Siswa Miskin di Sekolah Swasta

Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Juni 2019  |  11:54 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika (Dok Humas Pemprov Jabar)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika (Dok Humas Pemprov Jabar)
 
Bisnis.com, BANDUNG--Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menjamin semua anak mendapatkan hak pendidikan yang sama, termasuk siswa keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) yang tidak diterima dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019.
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, Sabtu (29/6/2019), menyatakan bahwa siswa KETM yang gagal dalam PPDB akan dibebaskan dari iuran bulanan dan sumbangan pendidikan di sekolah swasta.
 
Keputusan tersebut, kata dia, sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
 
"Instruksi dari Pak Gubernur, memastikan dan menyampaikan bahwa siswa-siswi yang mendaftar lewat PPDB berasal dari KETM, apabila tidak keterima di SMA Negeri, dipastikan bisa bersekolah di swasta," kata Dewi dalam siaran pers Biro Humas Pemprov Jabar.
 
Menurut Dewi Sartika, ada sekisar 49.000 siswa yang mendaftar PPDB via jalur zonasi KETM. Namun, hanya sekisar 42.000 siswa KETM yang masuk SMA Negeri. Dengan begitu, ada sekisar 7.000 siswa KETM yang bersekolah di SMA Swasta.
 
Data tersebut, kata Dewi Sartika, menjadi acuan Pemdaprov Jawa Barat dalam merancang anggaran.
 
Dia pun memastikan bahwa anggaran untuk siswa KETM sudah disiapkan.
 
"Siswa KETM yang tidak diterima harus segera daftar ke SMA/SMK/SLB Swasta, dan disesuaikan dengan domisili serta minatnya. Kita akan menyubsidi biayanya," katanya.
 
"Mereka waktu daftar harus dibuktikan dengan nomor pendaftaran pada saat PPDB. Nanti, mereka masuk untuk sekolah diberikan subsidi untuk pemenuhan iuran peserta didik baru. Iuran per bulan juga ditanggung karena sudah dikaver oleh Pemdapro Jawa Barat," lanjutnya.
 
Selain itu, Dewi Sartika mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) jauh-jauh hari soal membebaskan biaya sekolah untuk siswa KETM di SMA/SMK/SLB Swasta.
 
Hal itu dilakukan karena daya tampung SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Barat terbatas.
 
"Jadi, kerja sama awalnya sebelum PPDB dilakukan. Sejak pendaftaran kita sudah melakukan koordinasi dengan BMPS. Jika ada siswa KETM tidak tertampung dalam SMA/SMK/SLB negeri, mereka siap menampung dan ingin menyelenggarakan pendidikan bermutu," katanya.
 
Oleh karena itu, Dewi Sartika orang tua siswa KETM tidak perlu risau apabila anaknya tak diterima di sekolah negeri dalam PPDB. Sebab, kata dia, Pemprov Jawa Barat siap menanggung dan menjamin hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
 
"Anak-anak ekonomi tidak mampu harus sekolah. Inilah yang kita harapkan, yaitu sebanyak mungkin anak-anak harus sekolah dan menjadi juara," kata dia.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar jabar

Sumber : Antara

Editor : Emanuel B. Caesario
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top