May Day, Pemkot Bandung Tingkatkan Komunikasi Dengan Buruh

Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 30 April 2019  |  16:33 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen akan terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan para buruh di Kota Bandung.

Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei ini akan menjadi momentum peningkatan komunikasi antara Pemkot Bandung dan buruh.

"Saya sangat berterima kasih pada para buruh dan pekerja di Kota Bandung karena telah menjadikan Pemkot Bandung mitra strategis dalam hal ketenagakerjaan. Kita saling percaya, saling memahami serta bisa saling memberi manfaat tanpa menghilangkan aspek saling menghormati dengan sesama," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, peningkatan komunikasi antara kedua stake holder ini terus digelorakan. Salah satunya menggelar pertemuan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung tersebut bertema "Melalui Budaya Integritas kita Tingkatkan Kompetensi Pekerja dan Buruh Kota Bandung dalam menghadapi industri 4.0 menuju Kota Bandung Nyaman Unggul Sejahtera dan Agamis".

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 200 Orang pengurus dari 11 Serikat Buruh yang berada di Kota Bandung.

Yana memastikan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak buruh dan pekerja, khususnya dari sisi kesejahteraan. Diantaranya membantu menekan biaya hidup para buruh.

"Semua aspirasi dan hak-hak buruh di Kota Bandung akan selalu diperjuangkan oleh Pemkot Bandung. Sebagai contoh, menaikkan UMK sebesar 8% meski belum sejajar dengan perkembangan Ekonomi Kota Bandung yang mencapai 12%. Tetapi Pemkot Bansung akan menekan biaya hidup buruh," kata Yana.

Sejumlah aspirasi para buruh yang masuk ke Pemkot Bandung diantaranya, peningkatan layanan sembako "delivery" bagi buruh, hunian murah, penambahan layanan bus buruh, layanan kesehatan, bea siswa bagi putra/putri berprestasi , BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Pemkot Bandung berusaha memenuhi permintaan para buruh tersebut.

"Kami akan koordinasikan dan jajaki dengan PD Pasar dan stake holder terkait untuk lebih banyak memberikan pelayanan sembako delivery bagi buruh. Untuk hunian terjangkau memang di Rusunawa kita baru bisa berikan 50 unit untuk buruh. Insya Allah, jika ada pembangunan rumah susun, akan kita alokasikan untuh buruh," katanya.

"Sedangkan untuk bus buruh kita akan jajaki dengan 4 koridor TMB. Untuk pendidikan kita bisa jajaki dengan Disdik (Dinas Pendidikan) didampingi Disnaker," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandung raya

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top