Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendag Amankan Harga Bahan Pokok Menjelang Bulan Puasa

Bisnis.com, JAKARTA-Menteri Perdagangan akan mengeluarkan peraturan yang melarang penimbunan bahan kebutuhan pokok untuk menjaga stabilitas harganya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 April 2015  |  19:46 WIB
ilustrasi (antara)
ilustrasi (antara)

Bisnis.com, JAKARTA-Menteri Perdagangan akan mengeluarkan peraturan yang melarang penimbunan bahan kebutuhan pokok untuk menjaga stabilitas harganya menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan, mengatakan pihaknya menemukan adanya penimbunan bahan pokok, seperti gula dan beras untuk menaikkan harganya di pasar. Untuk itu akan segera dikeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan yang mengatur batasan waktu menimbun bahan kebutuhan pokok.

“Kalau menyimpan barang di gudang sekitar 1-2 bulan masih oke, tetapi kalau sampai ditimbun satu tahun lebih kan tidak boleh dong,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/4).

Rachmat menuturkan saat ini banyak pedagang yang menimbun bahan kebutuhan pokok di sejumlah gudang milik badan usaha milik negara (BUMN). Dirinya pun telah meminta Menteri BUMN segera mengeluarkan gula yang sudah lama berada di gudang milik BUMN.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan saat ini sedang memetakan jumlah kebutuhan bahan pokok di setiap wilayah, dan berapa banyak stok yang ada di sekitarnya. Dengan begitu, pemerintah dapat benar-benar mengawasi pergerakan harga kebutuhan pokok dari hari ke hari.

“Saya sudah minta kepada Dinas Perdagangan supaya memantau kebutuhan barang-barang pokok. Kami akan petakan semuanya,” ujarnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajaran menterinya mengawasi pergerakan harga beras dan gula setiap hari. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Sebelumnya juga sempat terjadi lonjakan harga beras, karena permasalahan dalam distribusinya. pemerintah sampai harus menggelontorkan stok beras milik Badan urusan Logistik (Bulog) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan membuat harganya stabil kembali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bisnis Nasional

Sumber : JIBI

Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top