Bisnis-jabar.com, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan tidak akan mengembangkan sapi perah untuk menjaga keaslian plasma nutfah sapi di daerah itu dan menghindari kemungkinan terjangkitnya penyakit penyebab keguguran. "Kita harus lindungi plasma nutfah sapi bali dan itu tidak boleh dicampur-campur dengan jenis sapi lainnya. Memang saya dulu sempat berpikiran untuk mengembangkan sapi perah maupun melakukan perkawinan silang antara sapi dari daerah kita dengan sapi dari Benua Eropa," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Sabtu (28/9/2013). Namun, ide itu urung direalisasikan setelah mendengar penjelasan dari para ahli peternakan yang mengemukakan berbagai dampak negatifnya. Jika untuk memenuhi kebutuhan susu, lebih baik dikembangkan peternakan kambing etawa karena susu kambing kandungan kalsiumnya lima kali lebih besar daripada susu sapi. Pastika mengemukakan hal tersebut menanggapi usulan Adnyana, seorang warga dari Petang, Kabupaten Badung, pada acara simakrama (temu wicara) yang menginginkan Pemprov Bali dapat memfasilitasi pengembangan sapi perah untuk membuka lebih banyak lapangan kerja dan membudayakan masyarakat minum susu segar. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra menambahkan bahwa pengembangan sapi perah itu tidak menguntungkan. Berdasarkan pengalaman di Karangasem, sapi perah yang dikembangkan desa adat, di sana peternak justru merugi. "Yang paling menjadi kekhawatiran kami, sapi perah rentan menyebarkan penyakit brucellosis yang dapat menyebabkan keguguran pada sapi dan bahkan manusia," ujarnya.(JIBI/k29)
Bali tak Akan Kembangkan Sapi Perah
Bisnis-jabar.com, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan tidak akan mengembangkan sapi perah untuk menjaga keaslian plasma nutfah sapi di daerah itu dan menghindari kemungkinan terjangkitnya penyakit penyebab keguguran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
