Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TOYOTA Tarik 7,43 Juta Mobil Di AS, China, Eropa

(reuters)
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Oktober 2012  |  20:38 WIB
(reuters)
(reuters)
(reuters) TOKYO (bisnis-jabar.com)-Toyota Motor Corp. (TMC) mulai menarik sekitar 7,43 juta produknya di seluruh dunia setelah mendeteksi kemungkinan  cacat pada bagian jendela yang dapat mengakibatkan saklar power window meleleh atau terbakar. Joichi Tachikawa, juru bicara TMC yang berbasis di Tokyo mengungkapkan penarikan ini terdiri dari sekitar 2,47 juta kendaraan di Amerika Serikat, 1,4 juta di China, dan 1,39 juta di Eropa. Corolla dan Camry, tuturnya, adalah salah satu dari 14 model yang diproduksi sejak 2007 yang harus mendapatkan pemeriksaan dan perbaikan. “Hingga saat ini perusahaan belum menerima laporan kecelakaan karena masalah tersebut,” tuturnya seperti dikutip Bloomberg. Skala dari seluruh penarikan ini sebanding dengan 93% dari total penjualan Toyota selama 2011 seiring dengan keinginan Presiden Direktur TMC Akio Toyoda yang mendorong perbaikan kualitas produk perusahaan tersebut. Toyota, yang sebelumnya menarik hingga 10 juta kendaraan pada 2009 dan 2010 akibat adanya penambahan kecepatan yang tak diharapkan, membutuhkan waktu 2 tahun untuk mengembalikan salah satu mereknya Lexus ke jajaran teratas pada survei J.D. Power & Associates’ mengenai kualitas mobil baru pada 2011. “Volumenya besar dan ini tidak baik. Bahkan jika Anda menghitung biaya dengan cara yang sangat sederhana, maka hal ini akan menjadi signifikan," ungkap Satoru Takada, analis otomotif Toward the Infinite World Inc. di Tokyo. Toyota belum bersedia menyebutkan estimasi biaya untuk melakukan penarikan ini. Akibat kejadian ini, saham Toyota anjlok 1,9%  2,943 yen yang menjadi titik terendah sejak 27 Juli. Recall ini terdiri dari 490.000 kendaraan di Timur Tengah, 240.000 unit di Kanada dan sekitar 650.000 unit di Asia kecuali Jepang dan China. Kerusakan terjadi pada bagian saklar power window di bagian kemudi utama yang terasa keras dan lengket sehingga memaksa pengendara memberi pelumas. Hal ini dapat menyebabkan kontrol tersebut meleleh dan berasap sehingga dikhawatirkan dapat terbakar. Toyota melakukan penarikan ini untuk memeriksa permasalahan tersebut dan memberikan minyak khusus pada bagian saklar tersebut. "Ini bukan sesuatu yang akan menyebabkan kecelakaan mematikan seperti penarikan pada 2009, jadi saya tidak berpikir hal ini akan mempengaruhi laba perusahaan atau harga saham. Investor lebih fokus pada penjualan di China, dan tidak bereaksi banyak terhadap recall ini," kata Satoshi Yuzaki, General Manager Takagi Securities Co., yang berbasis di Jepang.(Bloomberg/jibi/fsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif
Editor : Newswire
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top