Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Stok Beras Bulog Cirebon Tembus 15.000 Ton

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan (Cimajakuning) pada awal Februari 2024 sebanyak 15.000 ton.
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, CIREBON - Perum Bulog Cabang Cirebon mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan (Cimajakuning) pada awal Februari 2024 sebanyak 15.000 ton.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon Imam Firdaus Jamal mengatakan stok beras tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan wilayah kerja (Cirebon, Majelangka, dan Kuningan) hingga Juni 2024.

“Mudah-mudahan mampu mencukupi kebutuhan nasional hingga program bantuan pangan Juni nanti,” kata Iman di Kota Cirebon, Senin (5/2/2024).

Iman menyebut, dari 15.000 ton CBP, sebanyak 11.500 ton sudah berada di dalam gudang Perum Bulog Cabang Cirebon. Sementara, 3.500 lain masih dalam proses pengiriman.

Sebelumnya, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon menyebutkan produktivitas pertanian padi di Kabupaten Cirebon diprediksi masih terhambat pada 2024 ini.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana menyebutkan dampak el nino di Kabupaten Cirebon masih terasa. 

Beberapa hektare lahan masih kekurangan suplai air. “Januari ini sebagian besar lahan belum memasuki masa tanam,” kata Nanang.

Tahun lalu, luas panen padi di Kabupaten Cirebon, menurun. Kondisi itu terjadi akibat kemarau panjang dampak fenomena el nino yang melanda sepanjang 2023.

Luas panen padi di Kabupaten Cirebon sepanjang 2023 hanya sekitar 82.889 hektare. Sementara dua tahun lalu, luas panen padi di daerah perbatasan antara Jawa Barat-Jawa Tengah ini sekitar 84.892 hektare. 

Nanang menyebutkan, produksi pada tahun ini diprediksi hanya sekitar 532.000 ton. “Kami saat ini melakukan sejumlah langkah strategis mengurangi dampak kemarau panjang yang masih terasa di Kabupaten Cirebon,” kata Nanang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper