Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kabupaten Cirebon Waspadai Peredaran Ciki Ngebul

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengantispasi bahaya makanan mengandung nitrogen cair atau cikil ngebul yang beredar di masyarakat.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 12 Januari 2023  |  20:05 WIB
Kabupaten Cirebon Waspadai Peredaran Ciki Ngebul
Ciki ngebul - Antara
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON - Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengantispasi bahaya makanan mengandung nitrogen cair atau cikil ngebul yang beredar di masyarakat.

Hal tersebut dilakukan menyusul penetapan status darurat medis kasus keracunan akibat ciki ngebul oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Neneng Hasanah mengatakan upaya mewaspadai penyebaran makanan tersebut akan dilakukan oleh seluruh UPTD puskemas di Kabupaten Cirebon.

“Surat edaran sudah dikirim ke Puskesmas, nanti mereka berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan UPTD Pendidikan untuk sosialisasi larangan terkait bahaya makanan chiki ngebul atau yang mengunakan cairan nitrogen di sejumlah sekolah baik itu SD maupun SMP," kata Neneng di Kabupaten Cirebon, Kamis (12/1/2023).

Neneng mengatakan, efek dari mengkonsumsi ciki ngebul ini di antaranya, radang dingin, gangguan pernafasan, tenggorokan seperti terbakar, dan kerusakan organ tertentu.

Meskipun begitu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon belum mendapatkan laporan terkait keracunan akibat konsumsi ciki ngebul.

“Kalau secara tekstur atau penampilan itu sangat menarik karena mengeluarkan asap, tapi efeknya buat anak-anak sangat berbahaya," katanya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum pernah menerbitkan izin SPP-IRT untuk pengelolaan makanan dengan mengunakan cairan nitrogen.

"Belum ada yang mengurus ijin terkait makanan menggunakan cairan nitrogen, tetapi memang di sekolah-sekolah ada yang menjual ciki ngebul dengan mengunakan cairan nitrogen, sehingga kita himbau untuk tidak menjual produk serupa karena memang sangat berbahaya bagi yang mengkonsumsinya terutama anak-anak," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top