Driver Ojol di Kota Cirebon belum Dapatkan BLT BBM

Ketua Umum Keluarga Besar Ojek Online Cirebon Raya Iswanto mengatakan ojol di wilayah Kota Cirebon dijanjikan pemerintah daerah bakal diberikan bantuan.
Pengemudi ojek online mengisi BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Selasa (14/4/2020). PT Pertamina (persero) membuat program khusus selama masa darurat pandemi virus corona atau Covid-19 untuk para pengemudi ojol. Pertamina meluncurkan layanan khusus untuk para ojol berupa cashback saldo LinkAja dengan maksimal nilai Rp15.000 per hari, untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Bisnis/Arief Hermawan P
Pengemudi ojek online mengisi BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Selasa (14/4/2020). PT Pertamina (persero) membuat program khusus selama masa darurat pandemi virus corona atau Covid-19 untuk para pengemudi ojol. Pertamina meluncurkan layanan khusus untuk para ojol berupa cashback saldo LinkAja dengan maksimal nilai Rp15.000 per hari, untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, CIREBON - Pengemudi ojek online (ojol) di Kota Cirebon hingga saat ini belum mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) BBM. Padahal, bantuan tersebut dijanjikan pemerintah daerah saat BBM mengalami kenaikan harga pada 1 September 2022.

Ketua Umum Keluarga Besar Ojek Online Cirebon Raya Iswanto mengatakan ojol di wilayah Kota Cirebon dijanjikan pemerintah daerah bakal diberikan bantuan sebanyak tiga kali.

“Rekan-rekan dari Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan sudah mendapatkan hak yang sudah dijanjikan. Tetapi, di Kota Cirebon belum mendapatkan,” kata Iswanto saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (22/12/2022).

Pertengahan September 2022, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan menjanjikan BLT BBM kepada pengendara ojol.

Dalam upaya pendataannya, pemerintah daerah bekerjasama dengan peyedia aplikasi layanan transportasi daring yang beroperasi di Kota Cirebon.

Empat penyedia layanan transportasi daring tersebut yaitu, Gojek, Grab, Nujek, dan Maxim.

Iswanto mengatakan, dua bulan lalu pihak pengendara ojol sudah menyerahkan data calon penerima kepada aplikator untuk diserahkan kepada pemerintah daerah.

Pihaknya mendesak, agar bantuan tersebut segera disalurkan. Menurutnya, ada ribuan pengendara ojol yang menantikan bantuan dampak kenaikan BBM itu.

“Kami tidak mau sampai turun kembali ke jalan. Kami ingin apa yang dijanjikan segera ditepati pemerintah. Jumlah data yang kami ajukan sekitar 2.000,” kata Iswanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper