Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Peneliti Temukan Ekstrak Teranyar Pewarna Alami, Batik Ciwaringin Siap Melesat

Di tengah gempuran penggunaan bahan kimia sebagai pewarna, perajin di Ciwaringin masih setia memanfaatkan bahan alami sebagai pewarna.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 04 Desember 2022  |  14:45 WIB
Peneliti Temukan Ekstrak Teranyar Pewarna Alami, Batik Ciwaringin Siap Melesat
Batik Ciwaringin
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON - Peneliti dari Universitas Pancasila (UP) berhasil melakukan proses ekstraksi sejumlah bahan alami untuk pewarna batik. Upaya itu dilakukan agar Batik Ciwaringin di Kabupaten Cirebon bisa naik kelas.

Hasil proses yang dilakukan oleh para peniliti di Universitas Pancasila ini yaitu, ekstrak tegeran, ekstrak nadigo, ekstrak mahoni, dan ekstrak mangifera indica.

Ketua Matching Fund Universitas Pancasila Rafrini Amyulianthy mengatakan di tengah gempuran penggunaan bahan kimia sebagai pewarna, perajin di Ciwaringin masih setia memanfaatkan bahan alami sebagai pewarna.

"Padahal, bahan-bahan dasar pewarna alami saat ini mulai sulit ditemukan. Tetapi, di Ciwaringin masih tetap menjaga tradisi tersebut," kata Rafrini di Kabupaten Cirebon, Minggu (4/12/2022).

Keunggulan dari pewarna bahan alami di antaranya, limbah prosesnya lebih ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan karena zat-zat yang terkandung dalam pewarna alami ini mudah terurai sehingga tidak menimbulkan polusi.

Kemudian, warna yang diperoleh memiliki sifat-sifat yang lembut, harmonis, senada, dan bahkan sebagian dapat disebut dengan warna pastel.

Pewarna alami biasanya mengandung aroma khas yang muncul ketika menyatu dengan serat kapas.

Terakhir, kain batik yang menggunakan pewarna alami memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan pewarna kimia.

"Kalau menggunakan bahan kimia, dipastikan memberikan efek negatif pada lingkungan seperti pencemaran air dan tanah oleh limbah dari proses pewarnaan yang bersifat toksik dan karsinogenik," ujarnya.

"Secara tidak langsung hal ini juga akan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar. Dewasa ini, kesadaran orang-orang terhadap kelestarian lingkungan mulai meningkat," imbuhnya.

Selain itu, peniliti dari Universitas Pancasila pun mendorong Batik Ciwaringin mampu menguasai pasar fesyen di Indonesia. Menurut Rafrini, bila di Ciwaringin mampu melahirkan startup, maka tingkat kesejahteraan masyarakat otomotatis mengalami kenaikan.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Cirebon, Yadi Wikarsa mengatakan, produk batik dari Ciwaringin sudah mengalami peningkatan kualitas. Tanggung jawab pemerintah adalah membantu proses pemasaran.

Menurut Yadi, masyarakat di Ciwaringin meminta kepada pemerintah agar dibangunkan galeri. Hal ini untuk memudahkan para pencinta batik di tanah air mendapatkan hasil karya tangan terampil perajin.

"Sudah diusulkan, tetapi nanti tergantung pihak terkait," kata Yadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top