Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Bisa Tertolong Pasar Domestik yang Kondusif

Bank Indonesia Jawa Barat menilai pemerintah harus mengambil peranan penting untuk mendongkrak perekonomian di 2023 mendatang.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Taufik Saleh/Bisnis
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Taufik Saleh/Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Bank Indonesia Jawa Barat menilai pemerintah harus mengambil peranan penting untuk mendongkrak perekonomian di 2023 mendatang.

Beberapa di antaranya adalah dengan menciptakan iklim pasar yang sehat di tingkat domestik.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Taufik Saleh mengatakan, sebenarnya perekonomian Jawa Barat masih sangat bisa tertolong dengan tingginya permintaan di pasar domestik. Sehingga, industri tekstil maupun manufaktur bisa menjadikan pasar domestik untuk mensubstitusi merosotnya permintaan pasar ekspor.

"Sebenarnya ekonomi kita diselamatkan oleh kekuatan domestik kita yang masih luar biasa besar, jadi industri yang membuat produknya untuk ekspor, bisa mulai memanfaatkan pasar domestik," ungkap Taufik, usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, saat ini pasokan kebutuhan tekstil dan manufaktur masih dibanjiri oleh produk-produk luar negeri. Ia menyontohkan beberapa produk sandang yang beredar di pasar domestik Jawa Barat banyak ditemukan hasil produksi luar negeri.

"Kita sering lihat baju dengan merek ternama itu dibuat di Vietnam, sedangkan yang made in Indonesia itu dijual ke Eropa. Bagaimana ini bisa menjadi solusi permintaan di pasar domestik Jawa Barat dipenuhi oleh produksi Jawa Barat juga," kata Taufik.

Langkah lain untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap tinggi di pasar domestik, adalah dengan menjaga inflasi serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan proporsional.

"Jangan juga nanti peningkatan upah ini malah membuat produksi industri sebagai pemilik lapangan jadi terganggu yang akhirnya mereka tutup," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk membuat event yang menyerap produk-produk manufaktur yang diproduksi di Jawa Barat.

"Misalkan ada diskon untuk produk elektronik, mereka walaupun tidak mendapatkan untung besar, tapi membuat [industri manufaktur] bisa bertahan hidup," ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat juga diminta untuk memanfaatkan ceruk pasar di ASEAN Plus Three yang dinilainya masih memiliki daya beli yang tinggi lantaran pertumbuhan ekonominya masih sangat baik.

"Berdasarkan data dari IMF terkait World Economic Outlook, ASEAN Plus Tiga itu, pertumbuhannya masih positif, mendekati 5 Persen, negara-negara Eropa mungkin kecil. Nah di pasar ASEAN ini lah bagaimana pemerintah daerah bisa memanfaatkan ceruk pasar yang masih ada daya belinya, walaupun itu tidak mudah, tapi kami sarankan perluasan pasar itu tidak melulu di pasar yang konvensional, tapi mencari pasar lain yang masih memungkinkan permintaan meningkat." jelasnya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper