Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cetak Regenerasi Petani, Pupuk Kujang Libatkan Mahasiswa dalam Program Makmur

Sejauh ini PKC terus berupaya mendorong generasi muda untuk terjun di sektor pertanian. Sehingga, ada regenerasi dari sektor tersebut.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 23 November 2022  |  20:57 WIB
Cetak Regenerasi Petani, Pupuk Kujang Libatkan Mahasiswa dalam Program Makmur
Program Makmur
Bagikan

Bisnis.com, PURWAKARTA - Sektor pertanian dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik. Hal itulah yang menjadi alasan PT Pupuk Kujang untuk turut menggelorakan semangat bertani kepada masyarakat, terutama kaum milenial.

Tim Program Makmur Pupuk Kujang Syaiful Rodhian Achmad menuturkan, sejauh ini terus berupaya mendorong generasi muda untuk terjun di sektor pertanian. Sehingga, ada regenerasi dari sektor tersebut. Adapun yang saat ini sedang dilakukan, yakni melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dengan program Makmur.

"Bentuk kolaborasi di sini, yakni dengan melibatkan mahasiswa pertanian di Program Makmur. Supaya mahasiswa pertanian menyelami langsung dunia pertanian secara menyeluruh. Mulai dari pendampingan budidaya hingga pascapanen," ujar Syaiful dalam keterangannya, belum lama ini.

Menurut Syaiful, dengan program kolaborasi ini mahasiswa bisa punya pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan petani, dan dibimbing agronom Pupuk Kujang untuk menyediakan solusi untuk memecahkan masalah petani.

"Sehingga mereka juga bisa mengaplikasikan ilmunya di kehidupan nyata. Misalnya, mempraktikkan teori yang dipelajari dari kampus di ladang dan sawah petani," kata dia.

Menurut Saiful, program ini tak lepas dari gejala krisis petani muda yang menghantui Indonesia saat ini. Minimnya minat anak muda berkecimpung di dunia pertanian dikhawatirkan bisa menyulitkan misi negara menuju swasembada pangan.

"Harapan kami, setelah mereka terjun di program Makmur dan terlibat langsung dengan petani-petani yang sukses, adik-adik mahasiswa ini berminat menjadi petani modern," tambah dia.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang Darso Sugiono mengaku, pihaknya menyambut baik adanya program kolaborasi seperti ini. Menurut dia, program ini bisa mengajak mahasiswa berfikir kritis dan membuat solusi untuk masalah petani.

"Karena saya lihat Program Makmur ini isinya serangkaian solusi untuk petani mulai dari budidaya sampai pemasaran. Sehingga, petani sukses bertani dan lebih sejahtera," kata Darso.

Di kesempatan ini, pihaknya menjelaskan, ada sebanyak 100 mahasiswa dari Jurusan Agroteknologi dan Agrobisnis yang akan disebar ke seluruh Jawa Barat dan Banten. Mereka akan dibimbing Tim Makmur Pupuk Kujang untuk mendampingi petani.

"Dengan ini, para peserta kan punya pengalaman dalam menangani komoditas padi, tebu, nanas, lemon dan berbagai jenis tanaman holtikultura lainnya," kata Darso.

Seperti diketahui, Progam Makmur merupakan program strategis Pupuk Indonesia (Persero) dan dijalankan seluruh anak perusahaannya. Program yang diresmikan Menteri BUMN, Erick Thohir ini, merupakan upaya menghadirkan solusi andal bagi petani.

Dalam program Makmur, petani diberikan pendampingan intensif saat melakukan budidaya pertanian berkelanjutan. Tak hanya itu, petani pun dimanjakan dengan pengarahan rantai pasok yang didukung teknologi.

Melalui program Makmur, petani mendapat paket lengkap mulai dari olah lahan, analisa tanah, lalu diaplikasikan pupuk yang pas karena ada target produksi yang dicapai. Dengan program ini, petani akan didampingi agronom-agronom handal dan diarahkan melakukan pemupukan dengan tepat. Tentu memperhatikan timing dan dosis. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk kujang
Editor : Ajijah
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top