Jabar Optimalkan Keberadaan Hutan Lewat Pasar Leuweung

Pasar Leuweung adalah kegiatan gelar produk-produk hasil hutan, UMKM dan juga program Petani Milenial.
Dinas Kehutanan Jawa Barat mulai mengoptimalkan daya tarik hutan sebagai medium baru transaksi ekonomi tanpa harus merusak daya dukung lingkungan lewat acara Pasar Leuweung.
Dinas Kehutanan Jawa Barat mulai mengoptimalkan daya tarik hutan sebagai medium baru transaksi ekonomi tanpa harus merusak daya dukung lingkungan lewat acara Pasar Leuweung.

Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Kehutanan Jawa Barat mulai mengoptimalkan daya tarik hutan sebagai medium baru transaksi ekonomi tanpa harus merusak daya dukung lingkungan lewat acara Pasar Leuweung.

Kepala Dinas Kehutanan Jabar Dodit Ardian Pancapana mengatakan Pasar Leuweung adalah kegiatan gelar produk-produk hasil hutan, UMKM dan juga program Petani Milenial.

“Acara ini digagas oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan & Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat,” katanya di Bandung, Senin (14/11/2022).

Gelaran terbaru adalah Pasar Leuweung yang digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda, Bandung, Minggu (13/11/2022) kemarin. Sebelumnya acara ini sudah digelar di Kiarapayung, Sumedang, Bojongpicung, Cianjur dan Jayawangi, Sukabumi.

Kegiatan ini menurutnya menjadi wadah untuk para petani yang tergabung dalam kelompok tani hutan dan petani milenial untuk mengembangkan akses penjualan produk hasil hutan.

"Disamping itu juga dapat memangkas rantai distribusi produk petani hingga ke tangan konsumen sehingga harga yang ditawarkan lebih murah dan diharapkan dapat tercipta simbiosis mutualisme antara petani juga konsumen,” katanya.

Menurutnya tujuan pasar leuweung juga guna meningkatkan potensi ekonomi UKM Jawa Barat, mempromosikan program Petani Milenial, kemudian pengendalian inflasi melalui UKM.

“Kegiatan ini juga memberdayakan kelompok tani hutan untuk memasarkan hasil hutan, mensejahterakan masyarakat sekitar hutan, menjaga hutan lestari dan mendorong potensi wisata experience,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper