Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Meningitis Minim, Kadinkes Jabar Gelar Koordinasi Dengan Biofarma

Dinkes Jabar akan berkoordinasi dengan PT Bio Farma untuk memastikan produksi dan distribusi vaksin meningitis berikutnya.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  13:59 WIB
Vaksin Meningitis Minim, Kadinkes Jabar Gelar Koordinasi Dengan Biofarma
Ilustrasi vaksin meningitis - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Kesehatan Jawa Barat angkat bicara terkait calon jemaah umrah di Jawa Barat yang kesulitan mendapatkan vaksin meningitis sebagai salah satu syarat pergi haji.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Nina Susana Dewi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Bio Farma untuk memastikan produksi dan distribusi vaksin meningitis berikutnya.

“Untuk sementara, relokasi vaksin untuk haji, digunakan untuk umrah. Kami juga akan berkoordinasi dengan Bio Farma untuk pemastian produksi dan distribusi vaksin meningitis berikutnya,” katanya, Kamis (6/10/2022).

Di Jawa Barat menurutnya jumlah vaksin meningitis sedang menipis, masyarakat memang mengalami kesulitan mendapatkan vaksin meningitis di KKP.

Menurutnya kondisi ini merupakan imbas dari penundaan waktu ibadah haji selama 2,5 tahun, pengurangan kuota jamaah 2022 yang menyebabkan meningkatnya jumlah masyrakat yang akan umrah dan juga tidak ada produksi vaksin meningitis selama pandemi.

Nina mengatakan pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk realokasi vaksin jemaaah haji reguler di Kabupaten/Kota agar digunakan oleh KKP untuk penggunaan jemaah umrah sementara.

"Selama menunggu vaksin meningitis yang akan mulai normal distribusi di minggu ke 2 Oktober oleh produsen yakni Bio Farma," katanya.

Terakhir Kadinkes berpesan kepada pelaku bisnis travel umrah untuk berkoordinasi dengan KKP agar bisa mengatur waktu keberangkatan.

“Karena minimal waktu untuk penyuntikan adalah 10 hari sebelum keberangkatan yakni waktu yang diperlukan untuk terjadi kekebalan sehingga harus dipertimbangkan kesediaan vaksin, penyuntikan dan keberangkatan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Barat Ryan Bayusantika Ristandi menegaskan kewenangan penyediaan dan penyuntikan vaksin meningitis untuk umroh di Indonesia adalah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

KKP yang merupakan instansi vertikal dibawah Kemenkes RI sekaligus berwenang untuk penerbitan International Certificate of Vaccination (ICV).

“Penyediaan vaksin Meningitis Meningococcus (MM) semua droping dari pusat (Kementerian kesehatan) ke KKP daerah (seperti KKP Kelas 2 Bandung untuk Jawa Barat). Di Indonesia termasuk,” tegasnya.

“Dinas Kesehatan Jawa Barat hanya berwenang membantu KKP Kelas 2 Bandung dengan upayakan realokasi dari sisa vaksin haji Kabupaten/Kota, untuk jumlah detail bisa langsung ke KKP, karena jumlah bantuan dinamis berubah setiap hari dan langsung ke KKP,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meningitis bio farma
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top