Harga Bahan Pokok di Jabar Belum Terpengaruh Isu BBM Naik

encana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum mempengaruhi harga sembilan bahan pokok atau kepokmas di Jabar.
Pedagang melayani pembeli di Pasar Karbela, Jakarta, Senin (9/5/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2022 sebesar 0,95 persen month on month (mom) atau secara tahunan sebesar 3,47 persen year on year (yoy) yang disebabkan kenaikan harga minyak goreng, daging ayam ras dan telur ayam ras. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Pedagang melayani pembeli di Pasar Karbela, Jakarta, Senin (9/5/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2022 sebesar 0,95 persen month on month (mom) atau secara tahunan sebesar 3,47 persen year on year (yoy) yang disebabkan kenaikan harga minyak goreng, daging ayam ras dan telur ayam ras. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, BANDUNG - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum mempengaruhi harga sembilan bahan pokok atau sembako di Jabar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan berdasarkan pemantauan pihaknya harga bahan pangan dasar ini dipastikan masih dalam kondisi stabil.

Menurutnya sejauh ini belum ada dampak yang signifikan dari kenaikan harga BBM kecuali harga telur ayam.

"Saat ini belum ada kebaikan. Jadi terakhir itu hanya telur Rp31.000 dan ini sudah koordinasi dengan Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan. Insyaallah bulan depan turun lagi," katanya Minggu (28/8/2022).

Sementara terkait rencana kenaikan pasti harga BBM, Disperindag Jabar sendiri belum mendapatkan keputusan resmi mengenai kenaikan harga BBM ini.

"Saya koordinasi dengan Pertamina dan Dinas ESDM nanti kita lihat mana saja yang naik dan ini koordinasi dengan teman Dinas Perhubungan bagaimana terjadi dengan logistik angkot dan segala macam," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan Presiden Jokowi akan mengumumkan kenaikan harga Pertalite dan Solar subsidi pekan depan.

"Nanti mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai bagaimana mengenai kenaikan harga ini," kata Luhut dalam Kuliah Umum Universitas Hasanuddin, Jumat (19/8/2022).

Luhut menjelaskan, Jokowi sudah menunjukkan indikasi untuk menaikkan harga BBM. Sebab, harga BBM tidak mungkin terus-terusan ditahan karena membebani APBN.

"Jadi Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian karena kita harga BBM termurah di kawasan ini. Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper