Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jumlah Warga Terdampak Banjir Bandang di Garut Bertambah Jadi 19.546 Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Garut terus bertambah.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  11:40 WIB
Jumlah Warga Terdampak Banjir Bandang di Garut Bertambah Jadi 19.546 Jiwa
Warga terdampak banjir bandang di Garut
Bagikan

Bisnis.com, GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Garut terus bertambah.

Hingga Rabu siang (20/7/2022), jumlah warga di Kabupaten Garut yang terdampak sebanyak 19.546 atau 6.314 kepala keluarga (KK). Sebelumnya hanya 18.873 jiwa.

Selain banjir bandang, bencana longsor pun melanda Kabupaten Garut. Kejadian tersebut pun terjadi di 14 kecamatan.

Belasan kecamatan tersebut yaitu, Cikajang, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Cigedug, Bayongbong, Tarogong kaler, Samarang, Banyuresmi, Cibatu, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, Banjarwangi, dan Singajaya.

Laporan dari lokasi kejadian, tercatat sebanyak 4.035 unit rumah terdampak dengan 11 unit diantaranya rusak berat, 13 kantor pemerintah rusak sedang, 10 kantor pemerintah rusak ringan, 2 unit fasilitas pendidikan rusak sedang, dan 3 unit fasilitas pendidikan rusak ringan.

Selain itu, 17.077 hektare kolam ikan milik warga Kabupaten Garut rusak akibat terjangan banjir bandang luapan dari Sungai Cimanuk.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengatakan, dalam masa tanggap darurat ini, seluruh kebutuhan dasar warga terdampak bakal dipenuhi oleh pemerintah. Menurut Suharyanto, keselamatan rakyat menjadi prioritas utama.

Setelah masa tanggap darurat, kata Suharyanto, akan melakukan beberapa langkah pascabencana. Salah satunya, memindahkan rumah warga di lokasi rawan.

"Sambil menunggu relokasi, warga yang mengungsi akan dicarikan tempat tinggal sementara. BNPB akan bantu secara dana. Beres semua, kami akan kaji ulang langkah panjang dan jangan sampai bencana ini terulang kembali," kata Suharyanto.

Banjir bandang Garut terjadi saat hujan deras mengguyur sejak Jumat (15/7/2022) malam pukul 20.00 WIB hingga Sabtu (16/7/2022) pagi.

Pemerintah Kabupaten Garut pun menetapkan status darurat bencana banjir bandang hingga 29 Juli 2022. Hal untuk mengantisipasi meluapnya Sungai Cimanuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bandang
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top