Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Subvarian Omicron, Warga Cirebon Diminta Kembali Patuhi Prokes

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengimbau kembali masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan menyusul adanya subvarian baru Omicron.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 17 Juni 2022  |  13:59 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengimbau kembali masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan menyusul adanya subvarian baru Omicron.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon Sartono mengatakan protokol kesehatan wajib diterapkan meskipun sampai saat ini belum ada kasus baru akibat varian baru tersebut.

"Virus ini dinilai lebih ringan karena orang yang terpapar tidak sampai menderita sakit yang parah. Hanya saja, diakui virus penularannya memang lebih cepat dibanding varian lainnya," kata Sartono di Kabupaten Cirebon, Jumat (17/6/2022).

Sartono mengimbau, kepada masyarakat untuk tidak terlalu panik terhadap penyebaran subvarian Omicron tersebut. Kepanikan, menyebabkan imunitas menurun.

"Penanganan subvarian Omicron ini sama, makanya angan remehkan protokol kesehatan, tetap pakai masker, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan lainnya," katanya.

Seperti diketahui, kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan pada 6 Juni sebanyak 4 kasus. Terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali.

Sisanya 3 orang kasus positif BA.5. Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei.

Saat ini, beberapa negara di dunia sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19 dengan penyebabnya adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Berdasarkan pengamatan, bahwa subvarian BA.4 dan BA.5 menyebabkan kenaikan kasus, namun puncak dari kenaikan kasus, tingkat hospitalisasi, dan tingkat kematian jauh lebih rendah dibandingkan dari subvarian Omicron yang sebelumnya sudah terdeteksi.

"Kami juga amati khususnya di Afrika Selatan, di mana varian BA.4 dan BA.5 ini pertama kali teridentifikasi, dan hasil pengamatan kami puncak dari penularan BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron. Kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus Delta dan Omicron, sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari Delta dan Omicron," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top