Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jawab Soal Kendala Biaya Ongkir, Kominfo Gandeng Lodi Indonesia

Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategis 1 Direktorat Ekonomi Digital Kominfo Wijayanto menyebut logistik atau fulfillment menjadi sektor strategis yang harus dikembangkan agar pelaku UMKM dapat secara lebih mudah menyalurkan produknya pada konsumen.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  21:09 WIB
Seminar dengan tema 'Peran Fulfillment Service dan Last Mile Delivery Berbasis Digital Untuk Pertumbuhan Bisnis Online UKM di Indonesia' di Kota Bandung, Selasa (29/3 - 2022).
Seminar dengan tema 'Peran Fulfillment Service dan Last Mile Delivery Berbasis Digital Untuk Pertumbuhan Bisnis Online UKM di Indonesia' di Kota Bandung, Selasa (29/3 - 2022).

Bisnis.com, BANDUNG - Intensitas belanja online di beragam marketplace menuntut peningkatan pelayanan layanan logistik. Pasalnya, kualitas layanan logistik kerap menjadi sorotan lantaran menjadi ujung tombak distribusi produk-produk kepasa konsumen.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, transaksi e-commerce tahun 2021 mencapai angka Rp403 triliun dan diprediksi akan meningkat menjadi Rp530 triliun pada 2022.

Dengan adanya peningkatan aktivitas berbelanja online tersebut, peningkatan layanan pada konsumen pun menjadi keharusan. Untuk itu, Kominfo menjalin kerja sama dengan perusahaan startup Lodi Indonesia.

Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategis 1 Direktorat Ekonomi Digital Kominfo Wijayanto menyebut logistik atau fulfillment menjadi sektor strategis yang harus dikembangkan agar pelaku UMKM dapat secara lebih mudah menyalurkan produknya pada konsumen.

Para pelaku UMKM harus diarahkan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produknya.

"Selain mereka berjualan secara online, bisa memanfaatkan digital logistik ini untuk bisa memasarkan hasilnya sampai ke tangan konsumen, fulfillment-nya itu kan bagaimana mereka bisa memanfaatkan gudang yang ada," kata dia dalam kegiatan seminar dengan tema 'Peran Fulfillment Service dan Last Mile Delivery Berbasis Digital Untuk Pertumbuhan Bisnis Online UKM di Indonesia' di Kota Bandung, Selasa (29/3/2022).

Menurut Wijayanto, pelaku UMKM kerap terkendala ongkos ketika hendak mengirimkan barang dari satu kota ke kota lainnya yang berdampak sulitnya untuk bersaing.

Oleh karenanya, dengan memanfaatkan teknologi digital, para pelaku usaha itu dapat memiliki gudang penyimpanan di kota lainnya sehingga ongkos pengirimannya pun menjadi lebih murah dan kualitas produknya terjamin.

"Jadi kalau ada konsumen dari Jakarta ya ngirimnya dari Jakarta, gak dari Bandung lagi gitu. Kan akhirnya murah ongkos kirim dan barangnya gak rusak, pengemasannya juga bagus gitu, itu digitalisasi itu di situ jadi membantu mereka memanfaatkan fulfillment dan pengirimannya," ucap dia.

Nantinya, para pelaku usaha itu bakal jadi semacam mitra dengan Lodi Indonesia yang sudah mempunyai banyak gudang yang tersebar di kota besar seperti Bandung, Jakarta hingga Medan.

Sehingga diharapkan, dengan kerja sama yang terjalin, pemerintah dapat membantu para pelaku UMKM mengurangi ongkos pengiriman barang.

"Intinya, membantu UMKM mengurangi biaya pengantaran, gudang dan sebagainya," kata dia.

Di lokasi yang sama, CEO Lodi Indonesia Yan Hendry mengatakan kerja sama ini dibangun untuk membantu para pelaku UMKM dalam melakukan ekspansi atas produk yang dijualnya.

Proses penjualan nantinya akan ditangani melalui layanan fulfillment dan last mile delivery. Dia menilai fulfillment menjadi hal penting dalam era digitalisasi belakangan ini.

"Kalau mereka mengerjakan sendiri kelimpungan kan lama-lama kan kepuasan pelanggan akan turun karena ordernya ter-delay atau packingnya mulai berantakan atau nggak standar, nah itu diserahkan ke Lodi dan nanti kami yang akan mengerjakan hal tersebut," ucap dia.

Melalui layanannya, Yan memastikan, beban yang ditanggung oleh pelaku usaha dapat berkurang. Sejauh ini, sudah ada sekitar 100 pelaku usaha yang bermitra dengan Lodi. Diharapkan, ke depannya bakal semakin banyak pelaku usaha yang dapat menjalin kemitraan.

"Biaya ini (di Lodi) sangat terjangkau karena memang sangat ekonomis dibanding dengan mereka mengelola ini sendiri. Kalau mengelola sendiri kan kita harus menghitung orangnya kemudian ongkos materialnya, listriknya, belum lagi sewa tempatnya yang paling mahal, kan gitu. Dengan Lodi, kita bisa melakukan efisiensi," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Komunitas Benua Citra Niaga, Muhamad Fadli, mengatakan ada sekitar 100 anggota komunitas yang mengikuti kegiatan itu. Diketahui, Benua Citra Niaga adalah komunitas UMKM di Bandung yang jumlah anggotanya sudah mencapai 400-an. UMKM yang tergabung terdiri dari kuliner hingga fashion.

Khususnya di masa pandemi, Fadli mengakui para pelaku UMKM terkendala dalam proses pengiriman. Maka dari itu, dia mengaku merasa terbantu dengan kegiatan itu. Diharapkan, proses penyaluran produk UMKM dapat makin baik berkat kerja sama yang terjalin.

"Iya, tentu karena banyak juga pelaku UKM yang siap saji yang harus dikirim segera, itu juga akan sangat terbantu," kata dia. (K34)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo StartUp
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top