Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Kurikulum Antikorupsi, Jaksa di Jabar Bakal Mengajar di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan materi antikorupsi tersebut akan masuk pada mata pelajaran PPKN.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 21 Maret 2022  |  16:25 WIB
Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi (kanan) bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N Mulyana (tengah) saat berbicara kepada media tentang pendidikan antikorupsi.
Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi (kanan) bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N Mulyana (tengah) saat berbicara kepada media tentang pendidikan antikorupsi.

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mulai merealisasikan kurikulum antikorupsi untuk level SMA, SMK dan SLB pada pekan ini.

Nantinya, pada kurikulum antikorupsi ini akan melibatkan sejumlah jaksa yang akan membantu menguatkan kurikulum di setiap sekolah.

Rencana ini lahir usai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi menemui Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N Mulyana di kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Bandung, Senin (21/3/2022).

Dedi Supandi mengatakan materi antikorupsi tersebut akan masuk pada mata pelajaran PPKN.

"Rabu besok Pak Kajati akan menyerahkan buku kurikulum pendidikan antikorupsi kepada kepala sekolah sebagai simbol dimulainya," ujar Dedi Supandi.

Menurutnya tujuan diberlakukannya kurikulum antikorupsi ini memiliki berkaitan dengan pengembangan pendidikan karakter di Jabar. Dengan demikian, para pelajar memiliki bekal di masa depan untuk tak melakukan perbuatan korupsi.

Selain itu, kurikulum antikorupsi ini juga hadir untuk menyokong momentum G20 yang berlangsung berberapa waktu lalu.

"Insya Allah dengan adanya kurikulum itu akan menjadi sebuah kelembagaan yang sudah ternaungi dan akan kita lakukan pembelajaran di sekolah," kata dia.

Dia melanjutkan, kurikulum antikorupsi ini juga tidak hanya akan menyentuh peserta didik. Selain itu, pihaknya ingin mengajak tenaga kependidikan untuk mengusung semangat antikorupsi di setiap sekolah.

"Saya sangat salut pak kajati tadi bilang bahwa siap menjadi pengajar langsung ke anak sekolah," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N Mulyana mengatakan pihaknya mendukung langkah Pemprov Jabar untuk memasukkan materi antikorupsi pada kurikulum pelajar SMA/SMK dan sederajat di Jabar.

"Kita bersama untuk menjadikan Jabar ini bebas korupsi. Salah satunya kami akan melakukan dalam konteks pencegahan ya," ujarnya.

Dia memastikan, berencana membentuk satuan tugas (satgas) untuk menunjang kurikulum anti korupsi tersebut. Nantinya, satgas ini akan membantu untuk menyiapkan materi antikorupsi yang akan diberikan kepada pelajar di Jabar.

Selain menyiapkan materi, Asep mengatakan jaksa-jaksa di Jabar juga akan diarahkan untuk memberikan materi langsung ke sekolah-sekolah.

"Jadi di samping kurikulum, di dalam implementasinya pun nanti kita akan membuat berbagai macam pendekatan. Di satu sisi kami akan turun langsung sebagai narasumber pengajaran pendidikan antikorupsi," kata Asep.

Dia menambahkan selain memberi pelajaran, para Jaksa juga nantinya akan memberikan pelatihan membangun karakter pelajar bebas korupsi. Salah satu yang mendasar terkait untuk memberitahukan perihal integritas.

Artinya, pihaknya akan membuat semacam gerakan untuk membina karakter atau integritas dari para siswa. Sehingga, nantinya akan dibentuk duta integritas di sekolah itu guna menanamkan kejujuran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaksa kejati antikorupsi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top