Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ratusan Produk UMKM Jabar Dijual di Blanjakeun

Sejak Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada dua tahun terakhir ini menurunkan kesempatan berusaha, termasuk UMKM. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, 87,5 persen UMKM termasuk di Jawa Barat terdampak pandemi.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 22 November 2021  |  17:10 WIB
Produk UMKM yang ada di toko Blanjakeun, Bober Cafe Jl. L.L,R.E Martadinata No 123 Kota Bandung - Bisnis/Dea Andriyawan
Produk UMKM yang ada di toko Blanjakeun, Bober Cafe Jl. L.L,R.E Martadinata No 123 Kota Bandung - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberi ruang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya di toko Blanjakeun.

Toko Blanjakeun bisa diakses melalui apllikasi grab mart, pembellian langsung di toko Blanjakeun, Bober Cafe Jl. L.L,R.E Martadinata No 123 Bandung serta akun instagram @blanjakeun.id.

Sejak Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada dua tahun terakhir ini menurunkan kesempatan berusaha, termasuk UMKM. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, 87,5 persen UMKM termasuk di Jawa Barat terdampak pandemi.

Kondisi ini menyebabkan banyaknya UMKM yang menurun kegiatan usahanya, bahkan tidak sedikit yang usahanya terhenti.

Divisi UMKM, Penerbitan dan Ekraf, Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Provinsi Jawa Barat melihat perlu adanya keberpihakan pemerintah dalam mendukung pemasaran produk UMKM.

"Mengingat banyaknya UMKM Jawa Barat yang tinggal di Kabupaten dibandingkan perkotaan, dibutuhkan sebuah hub yang menjadi tempat pemasaran produk UMKM," jelas Helma Agustiawan dari Divisi UMKM, Penerbitan dan Ekraf, KPED Provinsi Jawa Barat.

Pada tahun 2021, Divisi UMKM, Penerbitan dan Ekraf, merancang sebuah hub pemasaran, bekerjasama dengan koperasi.

Pemilihan koperasi sebagai pengelola toko, bertujuan untuk mendorong digitalitasi koperasi, khususnya yang beranggotakan UMKM. Sehingga selain memperkuat UMKM, koperasi juga dapat terangkat dari sisi peluang pasar serta akses digital.

UMKM yang terlibat di toko Blanjakeun saat ini sebanyak 200 orang, terdiri dari pelaku usaha makanan yang berasal dari Bandung Raya, Majalengka, Sumedang, Garut dan Purwakarta.

Produk yang dipasarkan terdiri dari aneka kripik, aneka kue kering, aneka sambal, aneka abon, kuliner beku umur simpan maksimal 7 hari serta minuman kemasan umur simpan maksimal 7 hari.

Untuk mendukung pemasaran, pemerintah provinsi Jawa Barat memberikan subsidi ongkos kirim untuk yang dikerjasamakan dengan Grab. Bentuk subsidi ongkos kirim diberikan pada konsumen yang membeli produk di Blanjakeun baik di aplikasi grab mart, maupun pengiriman produk (grab ekspres). Subsidi ongkos kirim yang diberikan adalah sebesar Rp 5.000 untuk 10.000 pelanggan.

Sementara itu, Ketua Koperasi WJS Nelly Melyani mengatakan saat ini minat masyarakat untuk menjual produknya ke hub blajakeun cukup besar. Bahkan setiap hari banyak UMKM yang memberikan sampel produk yang diproduksinya.

"Tiap hari kita banyak menerima sampel, kita sistemnya beli putus," jelasnya.

Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk tetap memaksimalkan kemampuan usahanya meski di tengah pandemi. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top